[In Indonesian] Siap!

Ketika bulan lalu ticker yang kupasang di halaman Home beranjak melewati hari ke-35, aku mulai harap-harap cemas. Akankah sang Red Moon datang keesokan harinya? Ataukah aku harus mulai menghitung hari sebelum memutuskan membeli test pack seharga Rp 21.000,- itu?

Setelah lewat 6 hari, aku mencoba peruntungan di kamar mandi. Menunggu garis merah muda itu muncul sungguh membuat jantung melompat nggak keruan. Ketika hanya satu garis yang muncul, jantung yang melompat-lompat tergantikan perasaan antara penasaran dan pasrah.

Menginjak hari ke-10, aku mulai yakin, walaupun tanda-tanda kedatangan Red Moon mulai muncul. Tapi kata nyokap, tanda-tandanya memang sangat mirip di antara keduanya, termasuk kraam perut. Kecurigaan makin bertambah ketika di sekitar hari ke-12 aku mulai mual dan pusing sampai susah bangun dari tempat tidur.

Tapi di hari ke-13 semuanya terjawab. Red Moon datang dengan suksesnya. Pupus harapan 9 bulan tanpa Red Moon. Muncul pertanyaan mengapa terjadi anomali pada sesuatu yang seharusnya reguler itu?

Bulan ini 2 tahun sudah sejak menikah, dan 1 tahun sejak aku tidak lagi mencoba menghalangi proses alami itu terjadi. Aku mulai rajin menghitung demi memperbesar kemungkinan. Baru setahun terakhir ini kutemukan bahwa siklusku bukan 28 hari seperti normalnya wanita lain, melainkan 35 hari. Kondisi ini memang dikenal di dunia kedokteran, walaupun aku lupa istilahnya. Konon mereka yang seperti aku ini akan sulit menentukan masa subur. Tapi toh aku berpegang pada teori umum yang berpendapat bahwa masa subur adalah 14 hari sebelum Red Moon berikutnya, yang tentu saja kalau diaplikasikan pada wanita normal bersiklus 28 hari bisa berbunyi “14 hari sejak Red Moon pertama” (itulah untungnya punya nomor cantik!).

Tidak kusangka bahwa yang dikatakan sulit akan benar-benar sesulit ini! Aku begitu terbiasa mendapatkan sesuatu yang kumau, bahkan dengan kerja ekstra keras sekalipun. Aku begitu yakin bahwa dengan niat dan semangat, segala sesuatu itu bisa kuraih. Tapi tidak untuk yang satu ini. Dan akupun tersadar, bahwa memang benar ungkapan klise itu: “Manusia berencana, Tuhan yang menentukan”.

Mungkin aku memang belum siap untuk tugas itu. Mungkin masih banyak yang harus kubenahi sebelum malaikat-malaikat kecil itu datang menyibukkan hari-hariku. Dan akupun kembali optimis, karena aku yakin semuanya akan indah pada waktunya.

Cross-posted at kLeiNebeeR v 3.0

6 thoughts on “[In Indonesian] Siap!

  1. memang cuma Tuhan aja yang tahu tentang rahasia ini….jadi ya harus percaya dengan kata-kata klise 'manusia berencana, Tuhan yang menentukan. Dan intinya sabar…karna biasanya yang diharepin gak tercapai yang ada rasa kecewa yang gak terkira…

    aku juga ngalamin kok…setahun nunggu si 'unyil2' itu dateng…hehe..
    jadi jangan jenuh, jangan sebel, jangan menyalahkan siapapun, jangan bosan untuk mencoba berbagai macam cara (+ bermacam2 gaya ha..haha),
    dan jangan pernah bosan untuk berdoa…yakini dibalik rencana yang sudah Tuhan tentukan pasti semua ada hikmahnya hehe… (sok tau yak 😛 )

  2. Hehehe… Thank you… Kalo Niar udah nemu gaya andalan sih… :p

    Rencananya sih kalo sampe bulan ini masih juga belum ada tanda2, aku mau ke dokter. Juga mau coba urut. Kemarin kakiku yang cedera udah 3 bulan itu sekali urut langsung sembuh! Siapa tau kan bisa membantu juga di masalah yang satu ini…😉

  3. Tenang aja La, gak usah deg2an dan dipikirin. Sara aja yang udah manopause bisa Tuhan bikin hamil toh? Terus Elizabeth mamanya Yohanes pembaptis jg
    Biar aja Tuhan yang atur, kita pikirin mending bantu jadi hamil malah jadi pusing dan stress..🙂 Emang susah sih ya utk gak dipikirin, gue juga.. Tapi yah lagi diajar Tuhan untuk berserah dan sabar kali kite…🙂

    Sudah sana Karaoke terus sampe serek.. happy2 …..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s