The Show Must Go On

3 hari menjelang hari H C-Choir manggung. Deg-degan, pasti. But
everything seems to have fallen into place. Kita udah dapet
keyboardist (ganti lagi nih), 2 hari yang lalu udah aransemen musik
sampe jam 3 pagi (hihihi jadi inget ibu2 yang marah2 karena kita
berisik), nanti malam dan besok latihan dengan musik plus koreografi,
dan Sabtu GR sekaligus hari H.

Sebenernya untuk itu gue udah nggak stres. Tapi karena waktu gue banyak
tersita untuk acara ini, urusan rumah bener2 terbengkalai. Gue udah
cuti maksudnya untuk beres2 rumah siap pindahan dan nyelesaiin
terjemahan, sampe hari ini sedikitpun gue belom ngapa2in. Paling baru
beli kardus 8 biji… Itu juga pas Victor libur tanggal 26 kmaren.
Jangan tanya terjemahan gue apa kabarnya…. Tebalnya sih tinggal 5
mili yang belum dikelarin, tapi kapan coba? Oya, jangan coba2 juga
tanya pindah ke mana… Cuz at this point, I really don’t know. All I
know is we have to get out of this house by my birthday next year.
Uangnya aja gak ada…

Tapi anehnya kalo gue udah terlalu stres, yang keliatan malah terlalu
tenang. Mungkin kayak waktu Victor kecelakaan. Waktu dengernya rada
stres, tapi karena dia sendiri yang nelpon gue, gue pikir gak terlalu
parah. Begitu gue sampe sana dan liat sendiri lukanya kayak apa, baru
deh stres. But, gara2 prosedur rumah sakitnya bikin gue naik darah,
akhirnya gue gak sempet stres. Malah mertua gue bilang kok gue tenang2
aja ya… Emang sih, keliatannya tenang… Tapi untuk menelan bakpau
aja gak sanggup. Hahaha…

Anyway, mungkin emang udah bukan waktunya untuk stres. This may be the
11th hour. Kalo udah gak ada lagi yang bisa kita usahakan sebagai
manusia, sudah saatnya mengakui kalo semua itu Tuhan yang ngatur.
Contoh sederhananya aja, gue udah ngambil cuti seminggu sebelom libur
resmi kantor gue dengan rencana2 seperti yang gue ceritain di atas.
Tapi tawaran nyanyi untuk C-Choir datang and I think it’s for a better
cause. Jadi mungkin emang gue mesti cuti, tapi untuk ngurus C-Choir
bukan untuk beres2. Ya udah, terima aja…

Sehari sebelum Natal perut gue rada2 aneh… Antara “pegel” dan melilit
tapi bukan kepingin BAB. Gue udah takut itu gejala typhus lagi. But I
learned my lesson the hard way before. Berhubung gue juga “telat”, gue
gak langsung ke dokter. Jadi gue cuma minum obat maag dan enzyplex, dan
gak makan yang pedes2/asem2. So far sih membantu. Untungnya, yang
biasanya kita harus ke 2 rumah pada saat Natal, kemarin cuma ke 1
rumah. Jadi gue punya waktu istirahat juga.

Nah soal “telat”-nya, ini udah hari ke-6 telat. Stres? Atau another
baby coming? We’ll see. But in the meantime, gue tau gue mesti jaga
kesehatan banget. Termasuk jangan maksain beres2 rumah yang bikin
kecapekan. Hehe… Itulah salah satu masalah gue. Kadang2 terlalu
menantang diri sendiri untuk melakukan sesuatu, trus gak inget sama
yang lain2. Sekarang gue harus bisa baca tanda2, jangan sampe
disadarkan dengan cara yang menyedihkan seperti sebelumnya. Kadang2 gue
emang harus diingetin bahwa serapi2nya gue bikin perencanaan, kalo gak
ada izin dari Yang Di Atas yah gak akan terjadi…

Ya udah, doakan saja semua berjalan sebaik2nya; pentas C-Choir,
pindahan, uang, kesehatan, dan lain-lain yang menghuni pikiran gue
sekarang ini. Amen.

Hmm… Mungkin judul entry ini  bukan “The Show Must Go On” tapi “HIS Show Must Go On”…

2 thoughts on “The Show Must Go On

  1. pertama, good luck on your C-CHoir performance; secondly, hope u find your dream house verrrry soon; third, I hope it is really another baby coming; fourth, amin amin amin buat semuanya berjalan lancar and turns out OK…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s