Dawam: Berpindah Agama Tidak Berarti Murtad

SUARA PEMBARUAN DAILY

———————————

Dawam: Berpindah Agama Tidak Berarti Murtad

JAKARTA – Kebebasan
beragama berarti kebebasan untuk berpindah agama, berpindah pilihan
dari satu agama tertentu ke agama lain. Berpindah agama tidak berarti
murtad, melainkan menemukan kesadaran baru dalam beragama. Berpindah
agama tidak kafir. Istilah kafir bukan berarti beragama lain, tetapi
karena menentang perintah Tuhan. Demikian dikatakan Cendekiawan Muslim,
Prof Drs Dawam Rahardjo dalam Sidang Majelis Pekerja Lengkap
Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia yang berlangsung di Pekanbaru,
Riau, Rabu (25/1). “Apalagi sampai dianggap murtad sebagai hukuman yang
mengandung konsekuensi. Misalnya harus bercerai dari istri atau suami,
sebagaimana pernah dialami Nasr Hamid Abu Zayd dan novelis perempuan
Nawal El Sadawi di Mesir, yang mengakibatkan Abu Zayd harus berpindah
ke Belanda yang sekuler dan menjamin kebebasan beragama,” katanya.
Dikatakan, perpindahan agama harus dianggap biasa dan sering disambut
kalangan agama yang baru dipeluk, sebagaimana nampak dalam penayangan orang-orang mu’alaf (orang
yang baru memeluk agama Islam) atau pemberian zakat kepada mu’alaf yang
seringkali sebelumnya memeluk agama lain. Kebebasan beragama berarti
pula bebas menyebarkan agama, asal dilakukan tidak melalui kekerasan
maupun paksaan secara langsung maupun tidak langsung. Kegiatan mencari
pengikut, dengan pembagian bahan makanan, beasiswa kepada anak-anak
dari keluarga miskin atau pelayanan kesehatan gratis dengan syarat
harus masuk ke dalam agama tertentu, adalah usaha yang tidak etis
karena bersifat merendahkan martabat manusia, dengan “membeli”
keyakinan seseorang. Namun, lanjutnya, program bantuan semacam itu
boleh dilakukan satu organisasi keagamaan, asal tidak disertai syarat
masuk agama tertentu. Kegiatan semacam itu akhir-akhir ini banyak
dilakukan di kalangan Muslim, terutama pada bulan puasa. Pemberian
bantuan harus dengan motivasi kemanusiaan, misalnya membantu masyarakat
Aceh yang terkena bencana tsunami, tidak dilarang, walaupun kegiatan itu mengundang simpati kepada pemeluk
agama yang bersangkutan. Dikatakan, jika tata cara penyebaran agama
bisa diatur, tidak akan ada lagi tuduhan “Kristenisasi”, “Islamisasi”,
atau “pemurtadan” terhadap pendirian rumah ibadah misalnya. Atas dasar
tanpa kecurigaan dan semangat untuk hidup rukun antara pemeluk agama
yang berbeda, maka pendirian rumah ibadah maupun penggunaan rumah
sebagai tempat ibadah tidak dilarang, asal tidak melanggar peraturan
tata kota, mengganggu lalu-lintas atau menimbulkan gangguan lain.
“Dengan demikian peraturan semacam SKB Dua Menteri, 1969, yang khusus
mengatur pendirian rumah ibadah atau UU Kerukunan Antar Umat Beragama,
yang bernuansa politisasi agama, tidak diperlukan,” paparnya. Ceramah,
khotbah, tulisan, baik di buku atau majalah yang memicu konflik antar
umat beragama atau menodai suatu agama, atau membongkar kelemahan atau
“kepalsuan” suatu agama, atau mengobarkan semangat permusuhan,
dilarang. Kegiatan semacam itu merupakan penyalahgunaan kebebasan beragama. Barangsiapa
melanggar, bisa di bawa ke pengadilan. Di Perancis seorang pengkhotbah
yang bernada menghasut, bisa ditangkap dan di bawa ke pengadilan.
Ditegaskan, dasar kebebasan beragama dan pluralisme, negara harus
bersikap adil terhadap semua agama. Suatu peraturan pemerintah yang
bersifat membendung penyebaran agama atau membatasi kegiatan beribadah,
dianggap bertentangan dengan UU. Konsekuensinya, pencantuman agama
dalam kartu identitas, tidak diperlukan. Hal itu bisa membuka peluang
bagi favoritisme dan diskriminasi yang menguntungkan agama yang dipeluk
oleh mayoritas penduduk atau berpengaruh di pemerintahan dan
pendidikan. Setiap siswa atau mahasiswa diberi hak untuk menentukan
agama yang dipilih untuk dipelajari. (E-5)

8 thoughts on “Dawam: Berpindah Agama Tidak Berarti Murtad

  1. Cendekiawan Muslim, Prof Drs Dawam Rahardjo (“DR”) adalah salahsatu (mantan) tokoh Muhamadiyah yang memiliki pandangan liberal dibandingkan kolega-koleganya yang lebih berpandangan konservatif.

    “Kebebasan beragama berarti kebebasan untuk berpindah agama, berpindah pilihan dari satu agama tertentu ke agama lain.” dikeluarkan dalam konteks pemikiran Liberalisme Agama dan Nasionalisme… bukan dari sumber literatur Islami. Dalam pengertian Islam, kebebasan beragama berarti “Lakum Dinukum Wal Yadin”, kebebasan dalam melaksanakan ibadah menurut kepercayaan (Agama) masing-masing… bukan dalam mengakui bahwa semua Agama itu benar. Dalam Islam, yang dipercaya sebagai Tuhan adalah Allah SWT, bukan entitas lain, juga ajaran yang diturunkan adalah “Islam”, bukan nama yang lain, titik.

    Kalau merunut pada pandangan DR atas kebebasan beragama, berarti ada pertentangan antara pendapatnya ini dengan ajaran Tauhid (Ke-Esa-an Tuhan) yang menjadi inti ajaran Islam.

    DR ini termasuk salahseorang tokoh Islam yang secara terang-terangan menentang fatwa MUI mengenai pelarangan Liberalisme, Sekularisme, dan Pluralisme, serta atas pelarangan terhadap jemaah Ahmadiyah beberapa waktu lalu. Lebih lanjut, bahkan ia berani berujar kalau “Yang sesat itu MUI”. Pendapat serupa ini dilontarkan pula oleh mantan presiden RI, Abdurrahman Wahid (Gus Dur/”GD”), dan dedengkot JIL (Jaringan Islam Liberal) Ulil Abshar Abdalla (“UAA”).

    Pernyataan-pernyataan DR dan rekan-rekan Liberalismenya yang lain, mungkin masih bisa dibenarkan dalam lingkup wacana internal, pengkajian, atau dalam rangka pemikiran pribadi, bukan dalam rangka mewakili pendapat Islam.

    Sebagaimanapun indahnya ide bahwa semua Agama itu benar, menyembah Tuhan yang sama, sehingga semua Agama itu benar (pluralisme), dan perpindahan keyakinan dari satu agama ke agama lain tidak perlu dianggap sebagai murtad, pembicara (DR) sebaiknya melandaskan pemikirannya pada sumber hukum Islam yang sah, semisal Al-Qur'an atau hadist Nabi, bukan semata-mata berpedoman pada apa yang menurut logika pribadinya benar.

    Kecuali kalau ia memang berbicara dalam konteks pendapat pribadi…

  2. Sebenernya murtad itu apa sih artinya? Gue suka bingung2 kalo ada yang bilang “Ibumu murtad itu” (Nyokap pindah Kristen waktu mahasiswa). Kasian banget si emak dibilang murtad, padahal namanya Wahyuningsih lho.. hehehe….

  3. Hai Maya, murtad = apostasy = the act of abandoning a party or cause. Sebenernya gak usah risih kalau dipanggil begitu sama mereka yang muslim… toh ibumu berpindah menganut Kristen karena ia percaya itulah Agama yang benar kan?

  4. Thanks buat link-nya. Ternyata ada perbedaan arti “murtad” yang saya tau (dari I Tim 4:1, murtad itu mengikuti ajaran setan), dan murtad yang diterangkan di Wikipedia. Baru tau juga Taslima Nasrin dianggap murtad di negaranya, terjemahan bukunya “Lajja” beredar bebas di India. Tentang keadaan masyarakat Bangladesh, hubungan antara Moslems dan Hindus.. Gue bilang sih gak menyerang agama apa pun, tapi mungkin buku2 laennya kali ya?

  5. Bukan soal risih, Bay – tapi takut.
    Alasan seperti murtad dan menghina agama, misalnya – bisa bikin orang membunuh orang lain.

    Di bilang murtad sama halnya dibenci, begitulah. Khan, nggak enak dibenci sama Ibu sendiri. Rasanya risih gituh (loh?)

  6. Ah yaa… betul sih tor… gw juga sering ngerasa takut sendiri ngeliat pengikut2 Islam yang kurang berpikir, atau taunya hanya berekspresi dengan kekerasan…

    Memang penyematan label seperti ini bisa merupakan indikasi kearah kebencian… tapi at the very least, gw bilang itu adalah suatu pengorbanan yang kecil kalau kepindahan itu sendiri dilakukan karena keyakinan…

    Murtad dan menghina agama sebenarnya nggak selalu terkait… contoh yang paling pas dengan ini adalah mereka yang dianggap memiliki pemahaman tinggi akan Islam, tapi lantas kemudian berpaling dan balik menjelek-jelekkan Islam…. Contoh kasus paling pas untuk murtad semacam ini? Kasus Snouck Hurgronye di Aceh…. Dan mungkin Salman Rushdie.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s