Catatan Bumil 7

Catatan kecil: angka 1, 2, …, 7 itu
tidak menunjukkan bulan kehamilan gue. Merely a chronological number
for my Catatan Bumil Series supaya gue sendiri gampang trace back kalau
butuh referensi.

Minggu depan I will be 15-week pregnant. Boong kalo gue bilang “gak
kerasa” udah 3 bulan. In fact, kehamilan gue amat sangat kerasa dari
hari-ke-hari. Mulai dari kasus mual-muntah yang berlebihan
(hyperemesis) sampe masuk Rumah Sakit, sakit gigi (gara2 gigi tumbuh)
yang belum kunjung selesai (karena gue ditolak lab untuk foto gigi
dalam usia kehamilan 2 bulan kmaren)–bikin gue sengsara kalo malem
(terutama kalo pas dingin dan kecapekan), sakit kepala yang menyertai
sakit gigi, maag dan masuk angin kalo telat makan, ngantuk berat tiap
abis makan, kecapekan kalo sehari beraktivitas lebih dari 8 jam, berat
badan yang gak naik2 (dari segi gue gemuk sih bagus, cuma gue agak
worried sama si Kacang), celana dalem jadi terbatas karena mulai nggak
nyaman di perut, posisi tidur terbatas bikin pegel2, dan banyak
perubahan lain yang sumpah mati bikin gue ngerasa bukan diri sendiri
(ya emang sih, sekarang berdua).

Bukan maksud untuk nggak bersyukur. Gue bersyukur banget dengan
kenyataan bahwa setelah keguguran yang menyedihkan di bulan Oktober
2005, dalam waktu 3 bulan gue bisa hamil lagi dan sejauh ini kondisi
janin baik. Tapi karena banyaknya perubahan fisik, secara emosional gue
juga jadi seperti main rollercoaster, kalo nggak mau dibilang a little
depressed. Capek rasanya ngikutin perubahan fisik tiap hari. Kenapa sih
untuk ngerasa sehat aja jarang banget bisa gue rasain. Dalam keadaan
normal (nggak hamil) pun memang gue cenderung rentan terhadap penyakit
(orang sehat gue sakit, orang sakit gue ikut sakit) padahal tiap hari
makan teratur dan minum vitamin C (udah plus echinacea pula!). Yah jadi
bayangin ajalah (karena gue yakin kalian rata2 lebih sehat dibanding
gue) rasanya… Kalo normal aja absensi kantor gue udah bolong2,
ditambah hamil bisa dibilang gue nggak produktif sama sekali. Yang
terakhir kmaren gue “terpaksa” melengserkan jabatan music director di
C-Choir karena untuk dateng latihan (boro2 latihannya, nyiapinnya aja
kepotong terus sama waktu tidur) aja udah susah buat gue. Jadi di
samping ngerasa bukan diri sendiri, sekarang gue juga gak punya
kegiatan. Pathetic.

Catatan Bumil 7 ini emang isinya keluhan. Daripada dipendem sendiri
atau cuma curhat imajiner sama si Kacang… Yang pasti gue harus keluar
dari situasi serba-biru ini. I want Kacang to be healthy and
happy. 

10 thoughts on “Catatan Bumil 7

  1. Huhuhu… Mumpung ada bu dokter gigi yang baik hati aku mau ngadu ah… Hihihi… Iya nih, gigi geraham bawah kiri tumbuh tapi horizontal jadi desakannya ke depan. Sementara persis di depannya ada gigi yang lagi dirawat. Mau dicabut/nggak mesti liat foto dulu. Belom sempet foto keburu hamil trus gak boleh. Masa nunggu 6 bulan lagi??? Hikssss….

    Memang benar sakit gigi itu lebih sakit daripada sakit hati (kalo sakit hati minum alkohol beres! hahaha!)

  2. Thanks yaa…

    Btw Kacang itu awalnya karena bentuk dan ukurannya sebesar kacang, jadi bapaknya yang ngasih nama itu. Tapi kalo mau sok kerennya sih, dalam bahasa Jepang Aka-chan artinya bayi (literally it means “anak merah”). Jadi yaaah, nyerempet2 dikit lah…😀

    Perbendaharaan kata kami yang lain adalah: Apacang & Amacang. Hihihi… Tebak artinya…😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s