Sumpah Saya Pusing…

…4 bulan lagi melahirkan tapi gak punya tabungan

…suami udah banting tulang tapi uang habis buat tagihan

…tagihan menggunung tapi cuma bisa bayar minimum

…bayar minimum pun mepet karena gajian sering telat

…udah telat jumlahnya juga kurang dari seharusnya

…jadi saya gak punya uang transport ke kantor

…karena saya harus naik taksi mampang-tanahkusir-mampang tiap hari

…yang menghabiskan 50-60ribu sehari

…pinginnya kerja dari rumah supaya bisa nabung

…tapi kantor katanya butuh saya di tempat

…tapi memangnya situ bisa ngongkosin saya?

…bagaimana kalau saya menambah hari menerjemahkan jadi dua hari seminggu?

…tapi kok kenapa dibilangnya ‘libur tambahan’ padahal jelas-jelas saya kerja ekstra

…kalian bilang saya selalu tidak ada kalau diperlukan

…coba periksa lagi catatan cuti resmi saya

…coba periksa lagi kenapa saya cuti

…kalau tidak bisa membayangkan, tolong jangan membandingkan

…kalau kalian butuh saya, hanya itu yang bisa saya tawarkan

…kalau kalian tidak butuh, ya sudah saya permisi saja

Related link: http://kleinebeer.multiply.com/journal/item/173

10 thoughts on “Sumpah Saya Pusing…

  1. Percaya Ness. Tapi aku gak tahan tekanan dari begitu banyak pihak… Semuanya pingin diprioritasin, sementara saat ini prioritasku adalah anak lahir selamat dalam kondisi yang memadai, yang berarti aku harus nabung untuk ngelahirin dan barang2 yang dibutuhin. Yang aku punya sekarang adalah buah pikiran, dan sedikit tenaga (gak bisa full karena harus memikirkan keselamatan si bayi), tapi bukan uang. Dan saat ini cuma itu yang bisa aku kasih ke kantorku, tapi mereka minta lebih… Gimana lagi caranya??? I'm so tired of explaining my situation to them…

  2. Maksud aku tadinya tuh mau cuti sampe ngelahirin, dan lebih fokus ke nerjemahin. Hasilnya memang jauh lebih mendingan. Tapi bayarannya kan datang tergantung aku selesainya kapan… Monthly security-nya gak ada… Takutnya malah makin kacau balau… Trus tadinya mau seminggu itu lebih banyak nerjemahinnya daripada ngantornya… Juga kalo bisa kerja dari rumah aja… Cuma 'katanya' nanti pegawai2 kita ngeliatnya gimana, kok enak banget? But FYI, semua pegawai kita tinggal di daerah kantorku (veteran/bintaro/rempoa/tanahkusir), dan mereka pasti kita dahulukan kalo urusan gajian… ya mana pernah mereka ngerasain yang aku alami? Aku bisa aja maksain ke kantor, tapi cost-nya aku gak bisa nabung. Gitu aja… Dan kalo mereka nggak bisa ngerti this simple math, aku dah gak tau lagi mesti ngomong apa (masa mesti disumpahin ngerasain dulu???). I've come along with this scheme for almost 7 years now, where we as the owners 'have to' understand the situation and I don't think it can be considered as a short period of time. All I need right now is for the office to understand my special needs, is it too much to ask?

  3. Cuti hamil itu hak profesional. Kalo ga dikasih, melanggar hukum dan hak azasi. Selesai. Dan kamu kan pemegang saham, bisa bikin Rapat Darurat, dan minta privilege sebagai stockholder.

    Kalo aku jadi kamu, buang saham di sana, minta likuidasi aset dan share-ku. Jadi modal untuk “berjalan” ke depan, sembari cari celah survival lainnya. Misalnya, bikin script untuk TV series.. Yang lagi aku godok sekarang.. Be patient.πŸ˜‰

  4. Cuti ngelahirin kali… Itu sih pasti dapet…πŸ™‚ Cuma yang ini kan maksudnya special case aja, butuh pemasukan lain untuk nabung ngelahirin… Makanya butuh 'off' dulu dari kantor… Kebetulan momennya pas lagi hamil (yah emang karena hamil juga sih makanya muncul kebutuhan ini).

    Anyway, thank you all buat support-nya. Akhirnya diputuskan bahwa aku boleh fokus ke nerjemahin, nggak perlu ke kantor tiap hari, jadi aku sementara jadi kontributor aja buat kantor… Jadi pemasukan utamaku saat ini dari nerjemahin… Mudah2an keputusanku ini membawa perbaikan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s