Catatan Bumil 21: *doki-doki*

Minggu ini kehamilan gue udah memasuki minggu ke-37, yang kalo menurut literatur2 yang gue baca, gue udah tinggal nunggu aja. Organ2 bayinya udah lengkap, dia udah siap dilahirkan kapan pun sejak minggu ke-37 hingga ke-40. Menurut hitungan kalender dan USG sih si Kacang due date-nya tanggal 12 Oktober 2006 (semoga menjawab pertanyaan kalian yang penasaran), but theoretically speaking i can deliver anytime.

Terus terang ini minggu2 yang berat buat gue. Perut rasanya penuuuuh banget. Posisi tidur serba salah. Miring berat (kayak mau copot deh perutnya), terlentang gak boleh. Jalan2 kelamaan udah gak sanggup, pasti pulangnya sakit punggung dan pinggang. Belom lagi kaki yang bengkak2, sepatu yang tadinya loose sekarang bikin kaki gue kayak sosis dijejalin ke dalam sepatu. Akhirnya muka gue rada bengkak juga (hidung dan bibir terutama).

Persiapan bayi so far sudah optimal. Maksudnya, yang essential sudah terpenuhi semuanya (baju, tempat tidur, yang buat mandi, dll). Yang belom punya kayaknya tinggal kereta dorong (kalo kata Victor digendong ajalah! –> abis emang rada2 ridiculous harganya untuk barang yang dipakenya sebentar banget), trus mainan musical dan mobile (ini bisa menyusul deh…). Urusan naikin listrik dah beres, tadi orang PLN-nya dah dateng. Trus hari ini rencananya juga AC-nya dateng, instalasi dalam 2 hari ke depan. Mudah2an dalam minggu ini kamar kita udah akan nyaman untuk menyambut si Kacang.

Gue juga udah periksa ke RSB Duren Tiga, ke dokter yang dirujuk oleh dokter gue yang terdahulu. Memang sih nggak senyaman ke tempat praktek pribadi dokter sebelumnya, karena yang ini di rumah sakit. Tapi masih lebih mending daripada dulu di RS Int’l Bintaro yang nomor urutnya berdasarkan kedatangan (kalo yang ini daftarnya seminggu sebelumnya, trus dikasitau dateng aja jam sekian, jadi nggak nunggu lama). Bagusnya lagi, si dokter ini punya jadwal hari khusus untuk USG… Pantesan pasien2nya nggak lama2 di dalem, palingan 10 menit. So far sih dari pemeriksaan luar dan doppler, si Kacang dalam keadaan baik. Tapi si dokter wanti2, katanya karena gue punya riwayat sulit hamil, maka nanti pas ngelahirin kalo ada tendensi masalah, jangan kaget kalo dokter akan “ringan tangan”. Maksudnya dia nggak akan segan2 menyarankan tindakan/operasi kalo memang perlu. But, dia sih bilang mudah2an normal…

Dalam rangka menghitung hari, gue lagi berniat membongkar kardus2 buku yang dari zaman pindahan belom dibuka… Masih banyak buku yang belom dibaca, lumayan buat nanti mengalihkan perhatian dari kontraksi.

5 thoughts on “Catatan Bumil 21: *doki-doki*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s