On Parenting

Lupa gue di majalah apa (mungkin Mother & Baby) dan kapan gue bacanya (mungkin bulan lalu hihihi), di situ ada tulisan tentang tipe2 ibu. Salah satunya adalah tipe ibu yang selalu pingin ngasih tau sama ibu2 lain bagaimana parenting yang benar (menurut dia) dan pingin ibu2 yang lain untuk menerapkan metode dia karena dia yakin bener itu yang paling bener… Ada juga tipe ibu yang “by the book” jadi kalo perkembangan anaknya nggak sesuai dengan yang di buku bisa kebakaran jenggot (wanita berjenggot? sirkus kali…). Ada juga tipe ibu kompetitif yang selalu ngebanding2in anaknya sama anak lain (biasanya suka nanya “Udah bisa apa?” dengan harapan nanti bisa bales bilang “Oh, anakku udah bisa bla3x”)

Hihihi… Gue jadi pingin ketawa soalnya ini bener banget, dan walopun nggak ekstrem begitu gue rasa ada sisi2 seperti itu di dalam diri ibu2 (termasuk gue) jaman sekarang (dan mungkin sejak dahulu kala). Padahal di literatur mana pun tentang perkembangan bayi maupun parenting selalu diwanti2 bahwa “tiap anak itu individu yang unik, jadi perkembangannya pun berbeda satu sama lain”. Tetep aja yang namanya manusia yaaah, seperti yang gue tulis tadi.

Suatu sore gue dan Victor ngajak Freya jalan2 ke Gramedia PIM tanpa pembantu. Freya sudah bisa duduk sendiri waktu itu, jadi di section buku anak2 yang ada kursi2 plastiknya gue dudukkin dia di sana… Di sebelah dia ada anak cowok dipangku ayahnya, yang sepengamatan gue (karena gue liat belum bergigi), sebaya dengan Freya (yang pada saat itu sudah tumbuh 1 gigi. Sedang asyik2nya ngasih liat gambar2 di buku ke Freya–sementara Freya menunjukkan “antusiasme”-nya dengan memukul2kan tangan ke meja hahaha–datanglah ibu si anak cowok tetangga itu…

Begini kira2 kejadiannya:
Ibu si anak cowok (kepada anaknya): “Eh, ada adek (maksudnya Freya –red.) tuh. Salim…”
Lalu si anak cowok mengulurkan tangan kanannya ke arah Freya.
Freya menyambutnya dengan tangan kiri (karena paling dekat dengan tangan yang diulurkan si anak cowok itu).
Ibu si anak cowok (kepada gue): “Berapa bulan?”
Gue: “8 bulan.”
Ibu si anak cowok (kepada anaknya): “Mana tepuk tangannya?”
Si anak cowok bertepuk tangan.
Gue (kepada Freya): “Tuh Freya, tepuk tangan…” (Karena Freya memang sudah bisa tepuk tangan waktu itu).
Ibu si anak cowok (kepada gue): “Tepuk tangan nanti, umur 9 bulan…”

Begini kira2 di kepala gue:
“An$%*t! Lu pikir anak gue kagak bisa tepuk tangan mentang2 baru 8 bulan? Sialan, Freya nggak kooperatif lagi disuruh tepuk tangan diem aja. Huh! Tapi berarti anak lu 9 bulan belom punya gigi kan? Hiehiehiehie… (ketawa ala setan).”

Beberapa menit kemudian:
Ibu si anak cowok (kepada suaminya): “Enak ya, udah bisa duduk tegak (maksudnya Freya –red.)… cewek sih…”

I was like, “God, please save me!” Hihihi… Untung aja dia pergi gak lama kemudian.

Jadi pelajaran dari kisah ini adalah, mudah2an gue bukan dan nggak jadi tipe2 ibu yang menyebalkan… Kalau gue pernah begini, maafkaaaan… Dan kalau gue begini, tolong sadarkan ya!

7 thoughts on “On Parenting

  1. Kalo difikir2 setiap perempuan yang jadi ibu pasti bisa berubah jadi menyebalkan, apalagi kalo ada hal yang (sepertinya) melampaui kemampuan anaknya. Jadi ngebanding2in trus komentar yang ga perlu terhadap kemampuan anak lain. Insting aja kali😀.

  2. La, kalo temen-temen gw yang pada punya anak, banding-bandingin terus sampe sekarang anaknya dah pada SD. Yang udah bisa bahasa inggris lah, yang udah bisa ngitung sampe berapa lah.. cape deh..
    Mudah-mudahan ntar kalo gw punya anak ga kyk gitu deh.. hehehehe…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s