One Bad Day

Baru jam 11.38 and I already feel this is a rather bad day.
Badan di kantor tapi nyawa gentayangan:
Seperempat ngerjain travel journal
Seperempat di telpon
Seperempat di messenger
Seperempat lagi entah di mana, mungkin sprinkled all over other stuffs.
Yang lagi kerja jadi rada hang otaknya karena ngerasa nggak terinspirasi tapi mesti cepet.
“Mau dibawa Bos ke Amerika,” katanya.
Yang lagi telpon kadang dengerin kadang nggak, tapi mostly khawatir soalnya udah low-bat.
Yang lagi di messenger di-buzz sama temen yang udah lama gak ngobrol untuk nanyain tulisan dia udah bener apa belom.
Waktu gue bales “Bentar, lagi telp” dibales “Forget it”
Situ beres? Emang gue kamus berjalan bisa dibuka setiap saat loe butuh?
Forget it.
Kerjaan beres, ke ruang FA bawa flashdisk.
Telpon selesai, batre gue sekarat.
Messenger sepi, nggak ada yang marah tapi juga gak ada yang nyapa.
Nyawa bersatu, mikirin yang gak penting2.
Ugh, I wish I could be home and be with my baby.

Maaf universe, sekali ini negatif gapapa kan?
I’m sure you have PMS too.

11 thoughts on “One Bad Day

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s