Kasus Klasik

Karena baru pertama kali “punya” PRT, ini adalah kasus pulang kampung pertama yang memengaruhi hidup gue. Being the perfect-schmerfect person that I am, jauh2 hari udah gue interogasi si Arin kapan dia mau pulang kampung supaya gue bisa ngatur jadwal kerja dan, yang juga terkena dampaknya, kapan Victor harus cuti (digarisbawahi soalnya tahun lalu dia sama sekali gak ambil cuti, bahkan waktu gue ngelahirin aja cuma hari itu tok dia nemenin gue karena beberapa hari kemudian Blitz di PVJ grand opening).

Si Arin ini masih remaja, dia belum berani pulang kampung sendiri. Beruntung dia punya sanak saudara di Jakarta Raya ini, sehingga dia bisa pulang kampung bareng2. Waktu beberapa minggu yang lalu ditanyai, dia bilang akan pulang kampung tanggal 10 Okt. Cukup convenient tanggalnya, karena cuma 3 hari sebelum Lebaran sehingga gue akan masih sempet ngantor di minggu itu.  Beres dengan tanggal keberangkatan, masih ada satu tanggal yang gue khawatirkan, yaitu tanggal kedatangan kembali. Maka Sabtu kmaren gue suruh si Arin menghubungi saudara yang dia pinjem jawdal pulang kampungnya itu. Ternyata bukan hanya gue nggak dapet tanggal kedatangan kembali yang pasti (alasannya, si saudaranya itu gak akan ke Jakarta lagi jadi dia harus ikut suami saudaranya itu ke Jakarta dan itu belom tau tanggal berapa), tapi tanggal keberangkatan pun ikut berubah yaitu maju menjadi tanggal 7 (akhir minggu ini).

Shoot! Buyar semua deh rencana… OK, first things first: gue terpaksa harus ngantor 2x seminggu untuk minggu ini supaya minggu depan (8-14 Okt) gue gak perlu ngantor.  Tapi timbul masalah baru, yaitu komplikasi jadwal gue ngamen di kantor pos terpaksa menjadi sangat tentatif (karena tadinya gue pikir bisa sekejap ngamen dulu hari Jumat (5) dan/atau Kamis (4) lalu kerja di rumah.  Tapi ngantor 2x seminggu berarti Selasa-Kamis atau Selasa-Jumat.  Belum lagi mulai bulan Oktober ini latihan untuk konser sudah intensif, jadi Selasa-Kamis. Coba… Kalo gue ngantor Selasa, pulang ngantor latihan nyanyi… Rabu kerja di rumah, Kamis either ngantor atau nyanyi di kantor pos, siangnya kerja di rumah, malem latihan nyanyi, Jumat either ngantor atau nyanyi di kantor pos… OMG. Kapan gue ketemu (let alone ngurus) Freya? Padahal intinya gue kerja part-time kan supaya gue bisa ngurus Freya langsung. Dan yang lebih parah lagi, I know stamina dan daya tahan tubuh gue kurang bagus.  Ini aja gue udah mulai gatel tenggorokan cuma gara2 a busy weekend. Bisa2 kejadiannya si Arin pulang, gue tumbang… Belom tentu juga si Victor dapet cuti di tanggal2 yang sesuai dengan kebutuhan kita.

*sigh*

Btw, ini keluhan doang. Don’t try to sell me some multivitamins, okay?

One thought on “Kasus Klasik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s