Lucu Tapi Tak Lucu

Yang gue sebut lucu ini sebenernya udah gue rasain sejak tahun lalu. Waktu itu lagi persiapan konser C-Choir yang pertama, “A Night at the Movies”. Untuk pemirsa yang baru saja bergabung dengan “siaran” gue ini, gue bergabung dengan C-Choir karena cocok banget dengan profil gue yang suka nyanyi dan entah kenapa nggak bisa diem kalo liat ada yang tidak seberuntung gue. Walopun kalo ngomongin soal duit yah mungkin gak jauh-jauh amat bedanya, tapi gue berpegang pada ajaran bahwa persembahan yang sejati adalah saat kita mempersembahkan seluruh jiwa raga kita–jadi apa pun yang bisa kita perbuat bagi sesama kita, sekecil apa pun itu di mata manusia, ada nilainya di mata mereka yang tertolong. Gue gak berani bilang itu bernilai berapa bagi Tuhan karena (meminjam kata2 Victor) itu hak prerogatifnya Tuhan.

Kembali ke topik, salah satu cara C-Choir dalam membantu sesama adalah menggunakan talenta yang kita miliki, yaitu bernyanyi, untuk mengumpulkan dana dan menyalurkannya ke tangan-tangan yang membutuhkan. Tahun lalu yang membutuhkan adalah Sekolah Padu Marunda Pitung (sekolah mandiri yang murid2nya adalah anak-anak nelayan Marunda, Cilincing), sementara tahun ini adalah Panti Asuhan Bersinar (yang menaungi anak-anak usia sekolah yang berasal dari beberapa daerah konflik dan bencana di Indonesia, misalnya Ambon, Papua, dan Nias).  Bagaimana cara kita mengumpulkan dana? Ya tentunya dengan mengundang orang lain menyaksikan karya kita itu. Kita sendiri tidak dibayar dan kita membiayai konser dengan uang kas bulanan plus hasil program2 kita sendiri (ngamen, pasar murah, dll).

Untuk itulah, setidaknya yang bisa gue lakukan untuk memastikan program konser ini berhasil, adalah menyebarkan informasi mengenai konser ini dan berusaha mengetuk hati orang-orang di lingkaran terdekat untuk membantu. Salah satunya adalah dengan mem-post-nya di MP ini.

Nah di sini bagian “Lucu Tapi Tak Lucu”-nya menurut gue… Rata-rata gue nulis blog seminggu 1-2 kali (entry). Dan yah, coba dicek aja sendiri berapa banyak reply di situ. Tapi kalo udah judulnya “charity”… ngiiiing (capung lewat). Hehehehe… Well, I can’t and don’t blame anyone here… I just find it “funny” aja. Can’t force people to do what they don’t want to do, right?

Mudah2an sih kejadian seperti ini, di sini, bukan cerminan dari yang lebih besar (baca: hati seluruh penduduk Jakarta, Indonesia, or the world for that matter). Cuz if it is, well, no wonder this world has seen better days…

7 thoughts on “Lucu Tapi Tak Lucu

  1. kita doakan mereka punya cara lain menyumbangkan sesuatunya, sist

    jangan berhenti yah… gue pribadi yang bisa gue sumbangin buat negara ini adalah ilmu gue, dan buku buku gue yang akan gue jadikan perpustakaan gratis di kampungku yang terpencil sana

  2. Well, ini berhubungan sih sama entry gue yang ini.
    Mungkin kalo kita udah terkenal atau minimal ada bintang tamu siapaaa gitu… atau bisa ngasih goodie bags yang total nilainya lebih dari harga tiketnya, baru ada yang mau. :p

    *ilfil (and evil) mode on*

  3. yoi .. salah satunya .. kita siapa … hhehehe, tapi alhamdullilah sih temen2 aku, aku cekokin, palakin, tembakin … ada yg ga mempan juga sih .. tp yg dicuekin, tau2 dateng beli tiket😀 Alhamdullilah sih .. dah jual 9 tiket …aku cuman berharap dan berdoa … semoga konser kita ntar ga malu2in😀 dan bisa memberi hasil untuk anak2 Panti bersinar🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s