Ngomel is [Currently] My Middle Name

Setelah sebulan uji coba and she showed no improvement, episode “PRT from Hell” akhirnya berakhir hari Sabtu kmaren.

Kedatangan dia tadinya gue harap bisa sedikit meringankan beban di pundak gue:
(1) Ngurus Freya dari bangun pagi sampe tidur malem and everything in between
(2) Ngurus kerjaan rumah tangga sebangsa nyuci baju, njemur, nyetrika, dan bersih2 kamar
(3) Bekerja: (a) sebagai copywriter yang tiap Selasa ke kantor dan sisanya bekerja dari rumah, (b) sebagai freelance translator yang terjemahannya udah dianggurin sejak kerja jadi copywriter, (c) sebagai buruh tik upahan yang tugas utamanya adalah mengetik ulang buku Tante gue (dalam bahasa Inggris yang dulunya diketik menggunakan WordStar sehingga tidak ada fasilitas check spelling & grammar lalu file-nya udah raib), (d) sebagai desainer pensiunan yang masih suka dimintain tolong temen2nya mendesain sekadar untuk penghasilan se-“harga temen”…

Tapi ternyata oh ternyata, keberadaan dia bukannya ngurangin malah nambahin satu lagi baris di daftar, yaitu:
(4) Memastikan dia mengerjakan pekerjaan (1) dan (2) dengan baik, benar, dan BERSIH dan tidak beberapa jam sekali ngerecokin pekerjaan (3).

Kalo ditulis di sini kayanya simple, tapi ternyata sukses tuh bikin bulan November a living hell for me. Tiap kali seruangan sama dia rasanya meradang terus… Kalo bukan karena sesuatu yang dia lakukan dengan salah, it’s always something she said…

Here’s my top example:
Suatu pagi setelah gue mandi dan Freya juga sudah dimandikan, gue siap2 mau kerja ke bawah. Gue siapkan sebotol susu untuk Freya karena biasanya setelah mandi dia ngantuk lagi dan pingin minum susu sebelom tidur.
Gue ke dia, “Mbak, ini susunya saya tarok di sini ya” sambil menunjuk penghangat susu.
Dia ke gue, “EMANG Mbak mau ke mana?”
Dalam hati gue pingin ngomong, “It’s none of your business, you idiot! I do my job and YOU do your job.”

Yang seperti ini dengan berbagai bentuk dan wujud jadi konsumsi gue sehari2 selama dia ada sampe rasanya lama2 kebalik, bukannya dia ada untuk membantu gue tapi gue ada untuk membantu dia. This is nooot good, methinks.

Mencapai keputusan itu adalah perjuangan tersendiri karena bertolak belakang dengan pemikiran gue dan Victor, nyokap berusaha ngasih alasan bahwa nge-train lebih mending daripada nyari orang baru lagi. Untuk kasus PRT lemot, generally speaking, that may be true. Tapi kalo udah lemot, jorok tapi jijik-an, nggak pernah ngurus anak kecil minimal adeknya sendiri, trus keberadaannya aja udah mampu bikin hari2 gue sengsara sampe gue akhirnya percaya bahwa dalam diri tiap orang ada naluri membunuh, for the sake of everybody mendingan itu orang dijauhin sejauh2nya dari gue.

Demikianlah, hingga sekarang gue kembali gak punya bala bantuan untuk setidaknya menjaga Freya (yang pastinya merembet ke nomor 2 dan 3 di daftar gue, karena siapa lagi yang mengerjakan no 1 kalo bukan gue?). Normalnya di Indonesia para kakek-nenek justru dengan senang hati ketitipan cucu, di rumah gue lain kasusnya. Tiap kali gue mau nitip Freya, kecuali untuk hari Selasa yang udah jelas2 gue emang harus secara fisik berada di kantor, rasanya tuh kayak mereka ketitipan penyakit menular. Sementara kadang2 kan gue juga pergi tanpa Freya bukan berarti gue gak mau ngurusin, tapi jadinya urusan bisa lebih cepet selesai dan bisa lebih cepet balik ke rumah. Akhirnya yang “kena getah”-nya adalah nyokapnya Victor… jauh2 dari Rawasari, beberapa kali seminggu rela ke rumah untuk main sama cucunya. So contrast. Yang memalukan (buat gue) dan menyedihkan, bukannya ngerasa nggak enak gitu kek gue sampe mesti meng-import mertua, kakek-nenek yang serumah ini malah merasa memang begitu seharusnya. Really folks, having designers as my parents are cool for networking but the charms run out as soon as you see the behind-the-scene. How can you manage a household full of moody people, who change roles as often as they change hair colors? OK ini hiperbolis, tapi begitu deh kira2.

And on top of that, I have a super-duper busy husband to put up with. He goes to work, fine. He has side jobs, fine. He becomes a fitness freak, fine. But can he at least spend a minute or two with me when I enter the room before he goes downstairs to do his side job? Can he NOT exercise once in a while, especially when it’s late for me to go to work already? Can he at least LEARN how to measure Freya’s food and how to spoonfeed her so when I’m not available (on very rare occasions) I know that I’m leaving her in the good hands of her own father? Gue gak komplen dia kerja karena itu penghasilan utama dan benefit dari kantornya membuat gue gak usah mikir kalo ada yang sakit… tapi emang harus tiap hari lembur dan Sabtu/Minggu ke kantor on call? Side job juga gapapa, namanya juga di Indonesia… Double income aja udah gak cukup buat idup sejahtera… Tapi kalo seluruh waktu jadi buat kerja ya gak bisa gitu juga dong… Selain dia tidur malemnya kurang, gue juga butuh waktu buat ngerjain kerjaan gue… Yang ada ngalaaaah, terus… Just because I’m a MOTHER and SUPPOSEDLY it’s a mother’s job to stay at home and take care of the child(ren). But hello? I’m not just a mother. I also work. And how the hell am I supposed to work now?

Not asking for the extreme. Just some understanding will go a long way. You know, like… kalo gue nitip Freya sekali2 please-lah, terima dengan senyuman, bukan dengan “Kamu pulang jam berapa? Berarti nanti… bla3x”…. kalo gue minta tolong suapin Freya sekali2 di hari Sabtu/Minggu, bilang aja “Ajarin dulu…” instead of “Nggak bisa”… I need a time off too once in a while, you know.

Ironically, Tuesdays at work now becomes my sanctuary where I can do some “me-time” (though physically restricted, I’m a free soul in the cyberworld). And when the day’s over, I’ll be thrown back to reality and become this “tukang ngomel” and “istri cerewet”.

Well at least now you know why.

3 thoughts on “Ngomel is [Currently] My Middle Name

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s