Buset, Itu Duit Semua?

Gak terlalu peduli sih, tapi kebetulan ada yang fwd di milis jadi lumayanlah buat baca2.
Gue sih lebih penasaran sama isi kantong2 Selfridges dan Harrods yang gak sempet dibuka itu… :p~

Sepenggal Harta Trah Cendana

Sebagian daftar harta Bambang Trihatmodjo dan istrinya dibuka di sidang perceraian. Konfirmasi atas laporan berbagai lembaga tentang pundi-pundi keluarga Cendana.

DI ruang sidang Pengadilan Agama Jakarta Pusat, sebagian harta keluarga mantan presiden Soeharto mulai terbuka. Lama menjadi teka-teki publik, jawaban datang justru dari sidang perceraian Bambang Trihatmodjo, anak ketiga Soeharto, dengan Halimah Augustina Kamil.

Awalnya adalah sidang perceraian biasa, walau menjadi buruan media hiburan. Bambang menggugat cerai Halimah, yang dinikahinya 27 tahun lalu, tapi sang istri menolak. Ia justru meminta Pengadilan Agama menyita harta keluarganya agar tidak bisa dialihkan kepemilikannya.

“Ini kasus pertama di Indonesia,” kata Nuheri, anggota majelis yang menangani permohonan sita harta. Di sinilah Halimah, melalui pengacaranya, pada 12 November tahun lalu, menyodorkan segepok daftar harta keluarganya. Menurut daftar itu, harta keluarga Bambang terdiri dari beberapa kelompok: tanah, kapal, mobil, dan saham.

Tanah atas nama Bambang atau sejumlah perusahaannya tersebar di Jakarta, Bogor, Purwakarta, Pulau Seribu, Situbondo, dan Kuta, Bali. Total luasnya 1.000 hektare lebih atau sekitar 10 kilometer persegi. Ini hampir seperlima wilayah Jakarta Pusat yang luasnya 55 kilometer persegi.

selengkapnya
http://tempointeraktif.com/hg/mbmtempo/free/utama.html

Gono-gini Itu.

Menikah sejak 24 Oktober 1981, Bambang Trihatmodjo dan Halimah Agustina Kamil rajin mengumpulkan harta. Luas tanah mereka seribuan hektare, tersebar di Jakarta, Purwakarta, Pulau Seribu, hingga Bali. Butuh dua ratusan meter persegi untuk memarkir 18 mobil mereka. Saham mereka juga tertanam di pelbagai perusahaan.

Kapal

Bimantara Merek mesin kapal: Mercruiser

Citra Merek mesin kapal: Mercruiser

Fountain Merek mesin kapal: Yamaha

Lemuru Merek mesin kapal: Yamaha

Madrim Merek mesin kapal: Detroit

Sumbadra Merek mesin kapal: Yamaha

Utik Merek mesin kapal: Yamaha

Mobil

Satu BMW Jeep

Satu Porsche Cayenne

Satu Volkswagen Toureg

Satu Toyota Rush

Satu Volkswagen Caravelle

Satu Mercedes-Benz Jeep

Satu Mercedes-Benz Sedan

Satu BMW Sedan

Satu Hyundai Trajet

Satu Mercedes-Benz Jeep

Satu Range Rover

Satu Hyundai Santa Fe

Lima Kijang

Satu Pickup

Tanah

Jalan Tanjung 24, 26, Jakarta Pusat: 1.259 meter persegi

Jalan Raya Ciganjur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan: 3.105 meter persegi

Cisarua, Tugu Selatan, Bogor: 3.579 meter persegi

Jalan Tanjung 23, Menteng, Jakarta Pusat: 1.985 meter persegi

Jalan KH Wahid Hasyim 40, Kebon Sirih, Jakarta Pusat: 510 meter persegi

Jalan Raya Ciganjur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan: 3.000 meter persegi

Megamendung, Bogor: 4.650 meter persegi

Kampung Satu, Ciganjur, Jakarta Selatan: 867 meter persegi

Jalan Simprug Garden II, Grogol Selatan, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan: 2.534 meter persegi

Jalan Simprug Blok G No. 19, Grogol Selatan, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan: 492 meter persegi

Jalan Simprug Garden II, Grogol Selatan, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan: 4.114 meter persegi

Jalan Moh. Kahfi I, Kamp. Setu, Ciganjur, Jakarta Selatan: 2.290 meter persegi

Pondok Karya, Pondok Aren, Tangerang: 1.480 meter persegi

Kuta, Jimbaran, Bali: 4.350 meter persegi

Kuta, Jimbaran, Bali: 300 meter persegi

Kuta, Jimbaran, Bali: 5.550 meter persegi

Kuta, Jimbaran, Bali: 13.725 meter persegi

Ciganjur RT 006/06, Jagakarsa, Jakarta Selatan: 200 meter persegi

Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan: 157 meter persegi

Pulau Kelapa, Kepulauan Seribu: 44.765 meter persegi

Jalan Simprug Garden II, Grogol Selatan: 2.705 meter persegi

Jalan Casablanca, Jakarta Selatan: 21.250 meter persegi

Jalan Wahid Hasyim 46-A, Kebon Sirih, Jakarta Pusat: 563 meter persegi

Wanakerta, Campaka, Purwakarta: 319.360 meter persegi

Cinangka, Campaka, Purwakarta, Jawa Barat: 219.500 meter persegi

Cikopo, Campaka, Purwakarta, Jawa Barat: 3.678.140 meter persegi

Situbondo, Jawa Timur: 479,6 hektare

Tanah di Jalan Cempaka Putih Raya No. 1, Jakarta Timur

Jalan Simprug Golf XVI No. 36, Jakarta Selatan.

Jalan Tanjung 29, Jakarta Pusat: 1.130 meter persegi

Tarogong Kecil, Pondok Pinang, Jakarta Selatan: 1.118 meter persegi

Rekening Bank

Rekening di Bank of America Beverly Hills Main 460 N Beverly Drive, Beverly Hills, California

Dua rekening giro bank di BNI Jakarta Pusat

Saham

Kepemilikan 99,9 % saham Asriland

Penyertaan melalui Asriland:

PT Bumi Kusuma Prima: 55 %

PT Global Mediacom Tbk (PT Bimantara Citra): 13,82 %

Penyertaan Bimantara

PT Media Nusantara Citra Tbk: 70 %

PT Mobile-8 Telecom Tbk: 60,76 %

PT Indonesia Air Transport Tbk: 79,81 %

PT Plaza Indonesia Realty Tbk: 18,29 %

PT Rajawali Citra Televisi Indonesia: 69,82 %

PT Elektrindo Nusantara: 51 %

PT Trans Javagas Pipeline: 49 %

PT Trihasra Bimanusa Tunggal: 35 %

PT Cardig Air: 50 %

PT Bima Kimia Citra: 30 %

PT Multi Nirotama Kimia: 40 %

PT Nusadua Graha International: 36,56 %

PT Duta Nusabina Lestari: 30 %

PT Usaha Gedung Bimantara: 100 %

PT. Citra International Finance & Investment Corporation: 55 %

PT Citra International Under-writers: 55 %

PT Jasa Angkasa Semesta: 25,50 %

PT Plaza Nusantara Realty: 13,5 %

PT Serasi Tunggal Karya: 7 %

PT Polychem Undo: 60 %

PT Bukit Sentul Tbk.

PT Gemini Sinar Perkasa: 65 %

PT Javalas Artha Asri: 99,99 %

PT Andromeda Sekuritas: 33,33 %

PT Asri Pelangi Nusa: 96 %

PT Bhakti Investama Tbk.: 0,59 %

PT Tugure: 20 %

PT Asia Pacific Petroleum Refinery Indonesia: 2.500 saham

PT Kapsulindo Nusantara: 63 %

PT Binajasa Hantarindo: 70 %

PT Herwindo Rintis: 35 %

PT Bina Cakra Niaga: 45 %

Penyertaan Bina Cakra:

PT Hyundai Indonesia: 99,74 %

PT Kawasaki Motor Indonesia: 7,5 %

PT Citrakarya Pranata: 70 %

PT Senantiasa Makmur: 10 %

Saham melalui pihak ketiga:

PT Panji Rama Otomotif: 1.050 saham melalui Djoko Leksono Sugiarto

PT Bina Cakra Niaga: 45 % melalui Abraxas Capital Limited II

PT Asri Wahana Intinusa melalui Junanda Puce Syarfuan dan Aziz Mochtar

PT Kekar Plastindo melalui Anas Bahfen

PT Dinamika Bahari Sejahtera melalui Bimmy Indrawan Tjahja dan Sugeng Tunggono

PT Binajasa Hantarindo melalui Bob Hippy

PT Javalas Artha Asri melalui Bambang Wibowo

PT Grandauto Dinamika melalui Djoko Leksono Sugiarto

Brinkley Associates Ltd

PT Karang Agung Asri: 70 %

PT Cilegon Saran Industria: 25 %

PT Cilegon Centra Petrokemin: 25 %

PT Pacific Tribina Petrokimia: 25 %

PT Asri Safari Bali: 100 %

PT Asri Sentra Citraindo: 100 %

PT Zaman Bangun Perwita: 100 %

PT Cipta Bintani Megah: 50 %

PT Mutiara Citra Jayasanti: 60 %

Penyertaan lainnya:

PT Dutarendra Mulia Sejahtera: 20 %

PT Karunia Alam Abadi: 43 %

PT Kresna Sarana Media: 60 %

Berita Yudha Press: 51 %

PT Kapsulindo Nusantara: 62,75 %

PT Lamicitra Nusantara

PT Laksana Citra Nusantara

PT Graha Tama Wisesa: 50 %

PT Adipuri Inti Satya: 10 %

PT Panen Lestari Internusa

PT ITCIKU

PT Tugu Reasuransi Indonesia: 20 %

PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk

PT Bhuwanatala Indah Permai Tbk

PT Cardig Lep Internasional: 45 % melalui Cardig Air

PT Batamindo Investment Cakrawala (BIC): 50 % melalui Herwindo

PT Batamindo Executive Village: 60 % melalui BIC

Laporan Khusus

Buang Duit Gaya Dinasti Cendana

Trah Soeharto adalah kisah tentang rumah berjuta poundsterling di Inggris, reli mobil di Australia , perburuan di Selandia Baru, perjudian di Christmas Island , dan segunung tas belanja yang tak sempat dibuka.

BEL itu berdentang nyaring. Sekian menit ditunggu, tak ada yang membukakan pintu rumah mewah di Winnington Road No. 8, Hampstead, London , itu. Padahal dua mobil mengkilat?VW Caravelle biru langit dan Honda Legend merah?terparkir di halaman depannya yang tak berpagar.
Rumah bergaya Victorian itu jelas masih berpenghuni. Pekarangannya, yang berbatu paving, tertata rapi. Bunga berwarna kuning, biru, dan putih menghiasi tamannya yang asri lagi luas. Dindingnya, yang tak bersemen, didominasi warna merah bata, padu dengan warna putih dari kusen pintu dan daun jendela.

Beberapa ratus meter dari situ?masih di jalan yang sama?berdiri sebuah bangunan yang jauh lebih mewah, mirip puri bangsawan Inggris tempo dulu. Nomor rumah berbalkon putih itu: 89. Luasnya dua kali lebih besar dari yang pertama. Menurut seorang sumber TEMPO, rumah itu adalah gedung yang dibangun baru. Setelah dibeli, bangunan semula
dirobohkan. Di teras, terpampang tulisan “Hillcrest” dari logam keemasan. Tapi, di pojok kanan halaman depan kedua rumah itu, terlihat sebuah papan mencolok bertuliskan: “For Sale “?dijual. Di bawahnya tertera nama sebuah agen properti: John D. Wood & Co.

Kedua rumah itu memang kerap menjadi gunjingan orang. Ini bukan cuma karena kemewahannya? Hampstead, yang terletak di daerah berbukit, adalah kawasan hunian paling prestisius di London?tapi juga karena pemiliknya bukan “orang sembarangan” . Mereka adalah Sigit Harjojudanto dan istrinya, Elsje Ratnawati Harjojudanto, putra dan menantu mantan presiden Soeharto?yang lagi diperiksa karena kasus korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan. Adalah Andrew Buncombe, wartawan harian terkemuka di Inggris, The Independent, yang pertama kali mengangkatnya ke permukaan. Tulisannya di edisi 16 Maret lalu, bertajuk Suhartos Sell Boltholes in UK for £ 11m (“Keluarga Soeharto Menjual Rumah Pelarian di Inggris Seharga 11 Juta Poundsterling” ), menjadi bukti kesekian?dari setumpuk bukti yang sudah ada?betapa trah Soeharto menjalani kehidupan bak syekh padang pasir.

Dalam laporan itu, Andrew Buncombe menggambarkan betapa “wah”-nya (dengan W besar) rumah keluarga Sigit itu: berlantai marmer, memiliki delapan kamar, lengkap dengan aula untuk jamuan makan. Menurut pemburu harta Soeharto, George Junus Aditjondro, sejak Januari lalu puri itu telah ditawarkan lewat agen John Wood & Co. Harganya selangit: £ 8 juta, atau jika dihitung dengan kurs Rp 15 ribu, ya ampun, mencapai Rp 120 miliar! Koresponden BBC di Jakarta, Jonathan Head, menjelaskan kepada Prabandari dari TEMPO bahwa rumah itu memang luar biasa mewah. Dia membandingkannya dengan harga rata-rata rumah kelas menengah di Inggris, yang hanya £ 200 ribu atau cuma seperempat puluhnya! Rumah satu lagi, atas nama Sigit sendiri, juga telah ditawarkan seharga £1,95 juta. Bangunan berlantai tiga dengan lima kamar tidur tersebut biasanya digunakan oleh para pembantu keluarga itu.

Ada satu rumah lagi yang dibidik The Independent. . Di seberang Sungai Thames di 38-A Putney Hill, berdiri Norfolk House, kepunyaan saudara tiri Soeharto, Probosutedjo. Rumah itu berlantai tiga, plus sembilan kamar, garasi ganda, empat ruang resepsi, sebuah ruang biliar, dan pekarangan rumput yang luas. Menurut penelusuran George, bangunan itu
semula dibeli Probo seharga £ 93 ribu. Tapi, sejak Januari lalu, lewat agen real estate Foxtons, Probo memasang tarif £ 1,4 juta untuk melegonya.

Ditemui TEMPO di kantornya di kawasan Chanary Wharf , London , Andrew yang pernah meliput Tim-Tim ini menyatakan sudah cukup lama mendengar kabar soal istana Cendana di negaranya itu. Cuma, konfirmasi amat
sulit diperoleh. Baru pada musim panas lalu, sepekan sebelum berita itu diturunkan, kepastian datang dari HM Land Registry, semacam badan pencatatan kepemilikan properti. Ia menunjukkan keterangan ” Swansea District Land Registry” bernomor NGL714482 tertanggal 26 Juli 1994, yang jelas-jelas menerakan nama Elsje Harjojudanto sebagai
pemiliknya.

Temuan ini baru sebagian kecil. Menurut George, yang mengaku memasok informasi ke The Independent, ada beberapa properti Cendana lainnya di London . Cuma, karena properti itu belum dijual, ujung pangkalnya belum
bisa dipastikan betul. Putri sulung Soeharto, Siti Hardiyanti Rukmana alias Tutut, kabarnya juga memiliki beberapa apartemen di 16 Hyde Park Square, Mayfair . Ia membelinya seharga £ 350 ribu. Dan untuk merenovasinya? dilaksanakan setelah krisis moneter?ia merogoh kocek sebesar £ 110 ribu.

Di kawasan yang sama, tepatnya di 38 Upper Grosvenor Road , juga terdapat sejumlah apartemen luks milik Siti Hediyati “Titiek” Prabowo.
Seorang sumber TEMPO di London mengungkapkan, apartemen itu pernah ditawarkan untuk disewa dengan tarif £ 8.000 atau sekitar Rp 120 juta per bulan. Sementara itu, adiknya, Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto, memiliki sebuah rumah besar lengkap dengan padang golf 18 lubang di dekat Pacuan Kuda Ascot, London Utara, dan sebuah rumah peristirahatan di Brighton, kota pantai di selatan London .

Di luar London , dari hasil perburuan George, dinasti itu juga diketahui memiliki berbagai rumah supermewah dan kondominium, yang bertebaran dari Jenewa , Hawaii , Beverly Hills – Los Angeles, Boston, sampai ke Cayman Islands di kawasan Laut Karibia (lihat infografik).
Tommy juga disebut-sebut memiliki sebuah kawasan berburu seluas 2.500 hektare di Selandia Baru. Area itu disebut-sebut teramat istimewa dan eksklusif. Satu-satunya cara untuk mencapai rumah peristirahatan di tengah hutan pinus yang mengelilinginya itu adalah dengan helikopter.

Itu baru soal properti.. Keluarga terkaya ke-74 di seantero jagat menurut ranking majalah Forbes?dengan total kekayaan US$ 4 miliar?itu juga terkenal gila-gilaan dalam urusan menghamburkan duit. Sampai-sampai ada yang mengibaratkan segampang menggelontorkan air. Seorang calon pembeli yang pernah mengunjungi rumah keluarga Sigit di London itu sempat terbengong-bengong. Ia cuma mendapati dua kamar kosong. Sisanya? Ternyata dipenuhi tumpukan tas belanja dari Selfridges yang bahkan, katanya, belum sempat dibuka. Sumber TEMPO di London yang dekat dengan keluarga itu terbahak, “Jangankan di London, di Jakarta saja mereka sering tidak sempat membuka barang yang telah dibeli.” Luar biasa. Padahal Selfridges dan Harrods adalah pusat belanja kalangan jet set di London, yang terletak di Oxford Street yang kesohor itu.

Keluarga ini juga gemar pamer mobil mentereng. Eno Sigit, salah seorang cucu Soeharto dari Sigit, semasa kuliah fashion di American College, London , selalu pulang pergi diantar Rolls Royce mengkilat.
Tentu saja pengemudinya adalah seorang chauffeur?sopir pilihan dengan setelan jas dan topi hitam-hitam. The Independent juga melaporkan Eno pernah menggelar pesta di Hotel Hilton yang menghabiskan tak kurang dari £ 150 ribu atau sekitar Rp 2,25 miliar. Ia juga dikabarkan pernah mengganti telepon genggamnya dalam waktu sehari cuma karena ia tak suka dengan warnanya. Semasa itulah di kalangan mahasiswa Indonesia di sana sangat populer sebuah komentar nyinyir ke arah trah Cendana: “Ingin menikmati gaya hidup supermewah? Gampang. Jadilah anak dan
cucu presiden.”

Dua orang sumber TEMPO yang pernah kuliah di Boston , Amerika Serikat, mengungkapkan lagak cucu Soeharto yang lain. Kali ini menyangkut putra-putri kesayangan Tutut, Dandy dan Danty Rukmana. Sewaktu mereka kuliah di sana , mulai tahun 1991, gaya hidup dua remaja baru gede ini luar biasa jumawa, bahkan untuk ukuran orang Amerika. Kedua sumber itu sering melihat Dandy dan Danty berseliweran di jalan dengan mobil mewahnya.

Jenis kendaraan yang mereka koleksi pun bukan sembarang merek, tapi mobil dengan harga selangit, sebangsa Ferrari, Rolls Royce, dan Porsche. Menurut sumber itu, Dandy bahkan pernah membeli sebuah Lamborghini- Diablo seharga Rp 1 miliar. Buat warga kota kecil seperti Boston , gaya hidup mereka amat mencolok. Sampai-sampai, jika sebuah
mobil Lamborghini melintas, orang langsung bisik-bisik, “Itu cucu salah seorang presiden di Asia .” Sumber itu juga pernah mendengar cerita dari seorang agen mobil terkenal di kota itu tentang kebiasaan mereka yang kerap gonta-ganti mobil. “Paling lama, mereka ganti mobil sebulan sekali,” katanya. Edan.

Yang lebih dahsyat, menurut George, dua remaja ini juga memiliki tiga rumah mewah di kawasan itu, dengan nilai total US$ 2,5 juta atau, ya ampun, mencapai Rp 37,5 miliar. Sumber TEMPO mendengar penuturan salah seorang temannya yang pernah diundang menghadiri pesta di sana .
Rumah itu dilengkapi dengan taman yang luas, kolam renang supermewah, dan lapangan tenis.

Balap dan judi adalah kisah berikutnya di seputar gelimang harta dinasti Soeharto. Seorang teman reli Tommy Soeharto menuturkan bagaimana habis-habisannya mantan bos mobil nasional Timor itu melakoni hobi mahalnya. Sewaktu survei reli dunia di Medan pada 1997 lalu, kata temannya itu lagi, cuma dalam waktu sepekan, Tommy sampai “menghabiskan” tiga unit Mitsubishi Evolution IV.

Bukan apa-apa, tiga mobil yang harga setiap unitnya Rp 250 juta itu ringsek mencium tebing. Dan dalam setahun setidaknya Tommy harus menghabiskan 10 unit mobil survei. Teman reli Tommy yang lain menuturkan keterbengongan seorang wartawan Australia yang mewawancarainya. Waktu itu, kepadanya ditanyakan pihak mana yang
mensponsori tim relinya. Si wartawan melongo ketika diberi tahu bahwa seluruh dana?yang bisa mencapai ratusan juta sampai miliaran rupiah sekali reli?ditanggung pihaknya sendiri, alias tanpa sponsor. Padahal pereli kelas dunia tak mungkin berlaga tanpa ada yang mensponsori.

Berbagai kasino kondang di seantero jagat pun luber dengan uang klan Soeharto. Di Christmas Island, Burswood Casino , Australia , atau Genting Highland , Malaysia , misalnya, nama beken anggota Keluarga Cendana sudah menjadi buah bibir. Seorang sumber TEMPO yang berkawan dekat dengan Ari Sigit, kakak Eno, menuturkan ulah cucu Soeharto yang satu itu. Ceritanya begini. Ketika itu, Ari ikut reli di Malaysia dengan bendera timnya, Sexy Motor Sport, yang mengandalkan kedigdayaan mobil Audi. Pamannya, Tommy, juga ikut balap dengan timnya, Goro Rally.

Di suatu sore, setelah kandas di arena balap, Ari mengajak semua anggota rombongannya ke Genting Highland, pusat perjudian terkenal di sana . Tak jelas seberapa tebal ringgit yang ia habiskan di meja judi.
Yang jelas, silakan hitung sendiri, sampai ayam berkokok, putra sulung Sigit Harjojudanto itu masih asyik menjajal baccarat, black jack, dan rolet. Padahal semalaman itu tak sekali pun ia dikunjungi Dewi Keberuntungan, alias kalah melulu. Tapi ia rupanya tak begitu ambil pusing soal kalah menang. “Ia sekadar cari hiburan,” kata sumber itu
menjelaskan kenapa Ari tidak juga balik kanan kendati koceknya sudah bolong besar.

The Independent juga menggambarkan bagaimana entengnya Tommy menghamburkan uang di meja kasino. Salah seorang temannya yang pernah berjudi bareng di Ritz Casino, London , punya cerita menarik. Suatu malam, Tommy keok terus. Duitnya amblas sampai lebih dari £ 1 juta (Rp 15 miliar). Tapi putra bungsu Soeharto ini kelihatan tak begitu ambil peduli. Dengan entengnya, seolah tak terjadi apa-apa, ia langsung mengajak teman-temannya makan malam di sebuah restoran mewah. Easy going.

Sang teman reli itu juga mengaku pernah diajak ikut berjudi ke London, dua tahun lalu. Mereka berangkat bersepuluh dengan jet pribadi “sang Pangeran”. Waktu itu, di luar kebiasaan, Tommy, yang lebih sering kalah ketimbang menang, bernasib terang. Duit hasil judi itu pun langsung amblas. Hari itu juga ia menghabiskannya dengan membeli
sedan reli mutakhir, Subaru Impreza. Waktu itu saja harganya sudah mencapai setengah miliar rupiah (sekarang berkisar antara Rp 800 ribu dan Rp 1,2 miliar). Dua kasino favorit Tommy adalah di Christmas Island dan Genting Highland. Di lapangan golf, kegemarannya berjudi juga tak tertahankan. Berapa nilai taruhannya? “Enggak besar, paling-paling 50 jutaan,” kata temannya itu, enteng.

Begitulah kisah bak raja diraja itu. Boleh saja kalau Anda lantas berdecak kagum, kaget bukan kepalang, bahkan kesal tak ketulungan. Silakan bergegas kalau Anda tertarik memburunya.?

Karaniya Dharmasaputra, Dewi R. Cahyani, Ma’ruf Samudra, Wens Wanggut ( Jakarta ), koresponden London

8 thoughts on “Buset, Itu Duit Semua?

  1. Kesal ga ketulungan lah…

    One question tho'.. kenapa harta2 keluarga Cendana ga disita negara kita waktu tindak korupsi Suharto itu tersingkap? To be fair, kan itu duit rakyat yg dicolong, yg namanya kecurian, kalo pencurinya ketangkep and harta colongan itu masih ada, yah dikembalikan ke pemiliknya dong.

    Gue penasaran aja, or am I missing something here? krn gue udah lama lost touch sama isu2 Indo dari sini. Kalo kedapetan kabarnya disini juga remang2 gitu adanya.
    Anyone care to fill me in on this?

    Kan lumayan tuh duit sebanyak itu masuk ke kas negara, imagine the progress and improvements it will bring to the country! Lumayan kan tuh buat kasih makan kalangan rakyat yg paling miskin, membantu keadaan mereka for the better, permanently.

  2. Hmmfff… masih banyak yang muja2 mereka, apalagi rakyat kecil (liat aja pas eyang wafat). Mereka yang ga tau ato silau dengan iming2 hidup sejahtera pas era Soeharto. Wooii, BANGUN! Sekarang kita hidup dengan utang negara yang banyak. Kesel!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s