Terhina

Side-dish yang rada sadis dari hari Selasa kmaren, sebelum gue ngomong ke boss gue bahwa gue mau resign, terjadi ketika gue dan seorang teman (you know who you are… hihihi sok anonymous) menyempatkan diri menjenguk seorang teman lain yang sedang tergeletak di RS Cikini karena diduga kena batu ginjal (no need to mention his name, he’s a celebrity in this realm… hihihi).

Saat itu jam makan siang, gue dan temen gue naik taksi ke RS tersebut.  Begitu sampai di depan RS, kami berdua bergegas turun (setelah membayar tentunya, bukan karena sebaliknya makanya buru2 begitu).  Agak celingak-celinguk sedikit, tau sendiri RS kuno selalu membingungkan karena terdiri dari banyak bangunan dalam satu kompleks.  Ternyata celingak-celinguk yang cuma sepersekian menit itu tertangkap oleh seseorang di seberang jalan.  Dia memanggil-manggil, “Mbak, Mbak! Mau ke klinik ya?”

Sialan.

Sebelum melanjutkan cerita, informasi sedikit bahwa di ruas jalan di mana RS itu berada terkenal marak klinik aborsi.

Yuk, mari lanjutkan.

Jelas gue merasa terhina, walaupun sok-sok nggak denger dan dengan PD masuk ke kompleks RS (padahal masih bingung sebenernya di mana sih tempat temen gue dirawat inap itu).  Sembari jalan gue masih misuh-misuh.  Saking terhinanya sampe bingung menentukan sebenernya gue terhina karena:
(A) dianggap hamil karena ukuran badan gue (rasanya persis sama seperti waktu gue disodorin flyer diet waktu gue hamil)
(B) dianggap mau aborsi karena sedang hamil (sementara anak gue udah 1.5 tahun)
(C) dianggap gue hamil sama “cowok-tidak-bertanggung-jawab” yang menemani gue (yang mana adalah cowoknya temen gue sementara suami gue bahkan gak tau gue ke RS siang itu hahaha)
(D) dianggap goblok karena mau2nya dihamili “cowok-tidak-bertanggung-jawab” (siapa pun orangnya)
(E) lanjutan skenario dari pilihan2 di atas

Tapi ya sudahlah, gue berusaha ber-positive thinking bahwa orang itu memanggil temen gue (yang kebetulan cowok, berambut panjang, dan berukuran tubuh hamil juga seperti gue), bukan gue.  Hihihihi…

Peace, yo!

7 thoughts on “Terhina

  1. Gilee yee! Daerah situ konon memang banyak “makelarnya”. Terus terang kalo ga ada kejadian ini aku ga percaya loo sama cerita2 itu. Asli kesel ngedengernya!!

    Trus Putra, ga belaga “panik” gitu. Biar tu calo nyaho. Huuuuuh…. KESEL!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s