Yes, I Do Judge by Its Cover!

Gak ada gunanya kalo musikalitas tinggi gak didukung sama showmanship yang baik… dan itu yang gue tangkep waktu tadi malem nonton ITB Voices Night.  Itu juga gue udah berbaik hati menyingkirkan alasan klise lainnya yaitu sound dan akustika ruangan yang sering dijadikan kambing hitam dalam “ketidakberesan” dan “ketidakmaksimalan” sebuah performance (tentu karena gue juga pernah memakai alasan itu).  Poster yang “menjanjikan” repertoire yang beragam dengan megah itu tinggal poster… yang kami tonton bak acara reuni “garing” yang diselenggarakan oleh orang2 yang masih “stuck in their moment and can’t get out of it”, kalo kata U2.

Gue yakin secara teknik vokal dan penguasaan materi mereka jauh lebih jago daripada kami (C-Choir) yang amatiran, “secara” mereka kadang2 mencicipi dilatih nama2 besar dan telah melanglang buana bahkan menang kompetisi paduan suara.  Jadi wajar kami berharap mendapatkan “wow effect” ketika menonton mereka, bukan sederet orang dengan awkward body language di atas panggung (“Bohemian Rhapsody”, walaupun dinyanyikan berdasarkan partitur, adalah lagu rock… Kasih “respect” dikit kek dengan memasukkan greget ke dalamnya (kasian tuh gitar udah melolong2)… belum lagi di antara tiap lagu kita mesti nunggu berderet2 penyanyi itu naik turun panggung, bak tontonan jaman dulu yang penyanyinya nunggu dipanggil oleh MC baru naik panggung untuk nyetem alat dan test mic dulu di atas panggung.  Kadang2 bahkan kita dapet “dead silence” alias capung lewat kalo di komik2 alias setan lewat kalo kata orang2 ’80an.  Kalo aja bisa sedikit lebih mengalir (tanpa Happy Salma yang sekarang kita tahu kenapa gak keterima di ITB… hihihihi), pasti akan menambah beberapa point nilai show ini dan tentunya acara gak mesti sampe semalem itu.

Speaking of MCs, keberadaan mereka sebenarnya sangat tidak dibutuhkan karena cuma jadi pengulangan yang mengganggu.  Kita udah dikasih programme book dan tentunya bisa membaca.  Di situ udah dijelasin panjang lebar lagu apa dari film apa.  Kita juga sering kok nonton film.  Jadi informasi yang disampaikan MC sungguh tidak memberi nilai tambah, malah lebih sering menurunkan mood penonton, thanks to omongan2 gak intelek Happy Salma (omg, do people really hire her as an MC???).  Sebenernya mereka bisa memaksimalkan penggunaan audiovisual, yang pada lagu2 di awal pertunjukan menampilkan beberapa detik klip film yang bersangkutan, untuk menggantikan MC.

All in all, sekarang (setelah 2 tahun!) gue ngerti kenapa Oom gue memuji konser pertama C-Choir “A Night at the Movies” (sayangnya beliau gak sempet nonton “Timun Mas”), padahal “kasta”-nya Oom gue ini pertunjukan2 broadway asli.  Setelah gue menonton pertunjukan tadi malam, yang mengusung tema persis sama dengan kita waktu itu (with less songs than we did!), I can finally see his point.  Pada saat di panggung, it doesn’t matter loe mengusung “cap” apa–cap gajah-kah, atau cap huruf C, hehehe–it’s the way you perform that matters… it’s how the songs and the music move the audience’s hearts (rather than move them from their seats and go home).  If anything, what we get from last night’s performance was how not to do the same mistakes they did. 

So guys, I believe we can do better this year!

P.S. Ibeth, thanks for the support.  We did learn something from this.

36 thoughts on “Yes, I Do Judge by Its Cover!

  1. mungkin ya… tapi ini kan bukan kompetisi choir… dari segi bikin orang tertarik untuk nonton udah oke… tapi tentu orang akan expect suatu unjuk kebolehan yang dikemas menarik… kalo gak ada kemasan yang menarik mata kayanya denger di radio aja cukup. :p

  2. nih gue post di sini deh (semoga bisa):

    trus iklannya gini nih:
    menampilkan 100 alumni ITB yang tergabung dalam PS Ikatan Alumni PSM-ITB, ITB Pops, Alumni MBWG Brass Band dan ITB Choir
    dengan bintang tamu: Ferina Zubair (SR80), Farman Purnama (AR96), ITB Jazz Choir, TLV (Eldi Lubis TK98, Dhanie KI01, Sahat Hutajulu EL01, Iman Nugraha AR92)

    …mempersembahkan theme song yang telah melegenda dengan sentuhan audio visual yang menawan…

    Classics
    Over the Rainbow (Wizard of Oz-1939), Gone with the Wind (1939), Singing in the Rain (1952), I could’ve Danced All Night (My Fair Lady-1964), Les Parapluies (1964), Windmill of Your Mind (The Thomas Crown Affair-1968), You’re the One (Grease-1978), Cavatina (Deer Hunter-1978), Can You Read My Mind (Superman-1978), One Hand One Heart (Westside Stories)

    Pops
    Stand by Me (1986), Bohemian Rhapsody (Wayne’s World-1992), Mission Impossible (1995)

    Medleys
    Sound of Music (1965), Saturday Night Fever (1977), James Bond (A View to Kill, A License to Kill, All Time High), Beatles, Blues Brothers, Phantom of the Opera

    Indonesian
    Anak Jalanan, Cinta Pertama, Pelangi (Badai Pasti Berlalu), Santai, Ada Apa dengan Cinta (2002)

  3. Hhhmmmm… ngebaca ini, jadi semangat nih untuk terus berkarya dengan mengusung cap huruf C yg ternyata gak terlalu “kacangan” hihihi… :p

    p.s. Bettyyyyyy thanks ya for the constant support. Really!

  4. wah, jadi lega membacanya :))
    btw mereka jual tiket brapa ya? (in case you've told me before, i've simply forgotten it :p)
    ah ayo C-Choir, gue juga yakin seyakin2nya bahwa kalian bisa tampil lebih hebat & mateng dari pertunjukan yg sudah2!😉

  5. Gue kasian sama Happy.. mungkin dia ngga di brief dgn baik.

    Satu hal yg gue temukan di negara ini, seringkali organizer meng-hire performer seperti nyewa badut. Disuruh dateng pada hari H dan pokoke bikin rame…

    Yg bikin gue bingung: misalnya gue nanya objective acara, audience nya siapa, pesan apa yg mau disampaikan, biasanya gue yg dianggap banyak maunya atau bikin ribet…

    Padahal kita mau membantu menyukseskan loooh…

  6. kesalahan terbesar g…berharap ini benar-benar acara concertnya PSM ITB yang dapat golden and silver medal di Xianmen kemarin..

    ternyata mereka tampil dengan 1 repertoir doang..yang “one hand” itu gk masuk itungan yah..khan cuma gk lebih dari 2 bar doang kayaknya…heheheh..

    selebihnya seperti kata Lala..acara reunian para alumni PSM ITB..

    jadi kalau berdasarkan iklannya wajar kalau g berharap bisa nonton seperti waktu nonton “AYC” (ketinggian yaaahhh..hihihi..), minimal bisa mirip dikit atmosfernya sama JCYC laaahhh…

    *Thx God ada “manusia jauh” di sana..*

  7. Hihihi… udah cuma pendek, mestinya nyambung langsung setelah Sound of Music kan kalo di programnya… tapi pake dipotong orang disuruh nyumbang dulu… duuuh, pokoknya untuk urusan ngejaga mood penonton parah abis…

    Manusia Jauh, kaulah penyelamat kami!

  8. yang paling bagus adalah disediakannya snack dan sandwich lengkap dengan kopi dan teh hangat…HIDUP! mereka tau sekali penderitaanku… selebihnya udah lupa tuch atau lebih tepatnya mencoba melupakan karena TRAUMA BERAT!!!!! hahahaha..eits..ada juga lho opa2 ganteng..bisa dikecengin secara lulusan ITB geto lhoooooooooo..pasti pintar bukan liat aja pada botak!

    Ibeth…thanks ya ..really boost our ego..ternyata oh ternyata…kita nggak jelek2 amat ..love you sis

  9. haiyahhhh……chunzzzz..chunnnzzzz……..
    gw lagi yg mustinya thank God!
    loe semua udah pada merelakan waktu dan energi utk cari perbandingan mutu konser……..
    One for All and All for One khannnn ……….. Bravo C-Choir!!!!!

    silahkan diambil yg bagus-bagus dari mereka dan belajar dari kesalahan mereka……..
    gw yakin, utk project apa pun, asal member kerja keras dari hati yg tulus…….. pasti Tuhan memberkati dehhh………..
    Gud Luck yah C-Choir!

  10. Huaaa.. saking culunnya jadi bingung mo comment apa!! hahaha..
    yg pasti :
    lesson #1 : jangan hire happy salma sebagai MC!! haha
    lesson #2 : perhatikan sound system.. very essential!!
    lesson #3 : klo mo perform be serious!! sumpee deehh, yg gw liat waktu itu kaya mereka perform diacara kampus.. ;p

    akhir kata, we can do better cuuunnnnn…😉

  11. Alpha … kirain kmu tidur :)) ternyata masih bisa menganalisa :)) Untung duduknya di bisnis ya pha … kt si Ninuk bolak balik, “untung gratis cuuuuuun :)) ” … dan pemandangan didepan sebelah kanan bikin agak2 semangat buat “nonton” :))

  12. Klo aku sih, langsung down lho denger musik pembukanya :)) Pertama nya sih lumayan lah … ga gitu2 megah tp oke .. eh begitu trompetnya bunyi … pret pret pret … langsung buyar semua cuuuuuuun kemegahan itu :)) Jd kegiatanku cuman moto2 iseng, otak atik kamera, jd ga merhatiin acara dengan seksama krn udah keburu ilfil😀 Tp pas tiba2 si Manusia Jauh itu keluar dengan suaranya yg oke banget, langsung deh kepala negok ke panggung untuk melihat siapakah yg menyanyi … kyknya yg oke dia doang😀 Sama tari payungnya yg warna warni :)) Secara diatas jd kliatan bagus banget😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s