In regione caecorum rex est luscus

Udah banyak yang misuh2, marah2, bahkan mencaci maki… Apalagi sih kalo bukan topik pemblokiran akses terhadap beberapa situs yang dianggap “membantu” menyebarluaskan film Belanda itu.  Beruntung sampai detik ini ISP gue masih rada waras, MP gak diblokir walaupun beberapa yang lainnya sudah…

Gue bukan pakar telematika, jadi gue gak bisa berteori panjang lebar dengan istilah2 yang menyilaukan.  Gue cuma orang biasa yang kebetulan sudah menggunakan MP sejak 2004 (sebelumnya juga udah tebar pesona di LiveJournal sejak 2001, bahkan kalau urusan “nulis diary online” sudah gue lakukan di websitenya Todd Oldham dari zaman lulus kuliah). Apakah gue layak disebut blogger, gak terlalu peduli…

Intinya internet, khususnya MP, LJ dan teman2nya, memberi gue sarana untuk mencurahkan pikiran, perasaan, dan pendapat… yang awalnya hanya seperti memindahkan diary masa SMP lama2 berevolusi karena di situ ternyata ada yang membaca curhat dan cerita2 gue, menanggapinya, dan kadang2 ngasih solusi.

Sebagai ibu yang relatif baru gue gak kebayang kalo waktu abis ngelahirin gue gak bisa nulis MP.  Mungkin gue bakal jadi salah satu ibu yang membunuh anaknya sendiri saking stresnya.  Kurang penting dan positif apa sih kegiatan tulis-menulis ini? Apa karena masih banyak rakyat yang nggak kenal huruf alias buta aksara sehingga yang namanya tulis-menulis jadi momok bak pelajaran matematika dengan guru killer di sekolah? Kenapa juga gak minta temen untuk ngajarin supaya sama2 pinter instead of ngancem para supir angkot untuk go on strike supaya gak ada yang bisa dateng ke sekolah? Hmm… pasti belum sampe pelajaran azas ekonomi… atau bab tentang energi di fisika (belum lulus SD kok bisa jadi kepala sekolah iki piye to?).

Well maybe someday bapak2 itu sadar dan nambahin pesen ke anaknya seperti ini, “Sekolah yang pinter ya, Naaak, supaya berguna bagi nusa dan bangsa… jangan tiru bapakmu ini… bego dan malu2in bangsa dan negara!”

In the meantime, gue jadi inget quote-nya Desiderius Erasmus yang berbunyi:
“In the land of the blind, the one-eyed man is king” (aslinya: “In regione caecorum rex est luscus”).  Bolehlah Anda merasa diri raja dan punya kuasa… tapi ingat, yang Anda kuasai adalah orang2 buta.  Kami yang bermata dua (dan bahkan tiga bagi yang percaya) sedang menertawakan Anda.

13 thoughts on “In regione caecorum rex est luscus

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s