The Other Sister

Nggak banyak yang tau dan, kalau mau terus terang gue sendiri suka nggak inget, bahwa gue dan Puni punya satu lagi saudara perempuan… yang lahir mati alias stillborn. Posisinya di dalam urutan kakak-beradik adalah gue sebagai anak pertama, lalu almarhum sebagai anak kedua, lalu Puni sebagai anak terakhir. Kalau kami lengkap bertiga, maka almarhum adalah anak tengah. Tapi kalau dipikir2 mungkin tidak akan ada anak terakhir kalau almarhmum lahir hidup. Entahlah.

Pada saat kejadian sendiri gue rasanya masih Playgroup/TK, sekitar umur 3 atau 4 tahun. Nggak terlalu ngeh gimana ceritanya sampai saat dewasa diceritain lagi sama nyokap. Singkatnya sih memang kehamilan nyokap saat itu mengalami kondisi Placenta Previa, di mana plasenta letaknya di bawah menutupi jalan lahir. Jadi selama kehamilan memang banyak masalah, termasuk perdarahan berulang, padahal nyokap waktu itu kerja tetap dan lokasi kantornya jauh… sampai akhirnya pada suatu hari (entah sudah bulan keberapa), bayi di dalam kandungannya dinyatakan meninggal dan harus dilahirkan. Nggak kebayang perasaannya nyokap ngelahirin bayi yang dia tau udah gak akan bernyawa lagi… Setelah itu setau gue, jenasah dimakamkan di tanah yang dimiliki bo-nyok di Pamulang. Rasanya juga gue cuma pernah sekali ke sana.

Beberapa tahun yang lalu tanah di Pamulang itu dijual. Dan walaupun bokap sempet ngambil tanahnya sedikit dan menebarkannya di halaman belakang rumah kita di Mampang, makam si adik sudah tidak ketahuan di sebelah mana.

Nah, pagi ini terjadi pembicaraan menarik di meja makan. Ceritanya kemarin bo-nyok gue abis ketemuan sama temen lama mereka yang suka ngeramal (atau nerawang atau apalah) orang ala Jawa. Dan temen mereka itu nanya apakah pernah ada keguguran di keluarga ini? Setelah dijawab ya, temen mereka nanya lagi apakah anak yang gugur itu sudah diberi nama?

Oops. Ya, adik gue itu emang belum sempat dikasih nama sampai sekarang. Mungkin cuma Puni yang sempet nyeletuk waktu kecil bahwa namanya “Feni” (entah ini wangsit atau khayalan hehehe). Even waktu gue keguguran tahun 2006 aja diem2 gue ngasih nama anak gue itu (yang bahkan bentuknya pun nggak keliatan) Nayeli, yang artinya “I Love You”.

Kembali ke cerita, dimulailah “perburuan” nama untuk si adik, yang menurut gue bakalan seru…πŸ˜€ Bukannya kenapa2 sih, cuma kata bo-nyok namanya harus se-pattern sama nama anak2 yang lain, yang notabene adalah:
1. Nurkinanti Laraskusuma (gue)
2. Sinom Prabawening Dyah Purnamasari (Puni)

Uniknya, nama2 kita itu selalu ada unsur tembang Jawa di dalamnya. Gue: Kinanti, sementara Puni: Sinom. Nah, tembang Jawa untuk adik gue ini katanya Mijil. Sisanya masih dipikirin.

You know what, proses pemberian nama ini bikin gue merinding… soalnya yang selama ini “mati dan terlupakan” is beginning to “come alive and take shape”. But maybe it’s necessary for us to remember her and to admit her as part of our family. Hi, sista! Welcome home!

23 thoughts on “The Other Sister

  1. Nama2 kita asli bahasa Jawa, Le… Gak tau deh tuh bokap gue referensi dari mana… Yang ngerti bahasa Jawa kan dia doang. :p

    Nayeli… hmm, lupa bahasa apa… Spanyol atau Esperanto gitu kali ya? Lupa. Waktu itu nemu di website baby names dan sempet mau gue pake untuk middle name kalo gue punya anak cowok.πŸ™‚

  2. LOLπŸ˜€
    baruuu aja bbrp minggu lalu gue cerita ttg ini ke Antti, dia aja ga tau sbelomnya (iya lah, gue lupa juga nyeritain ke dia slama ini), dan tnyata gue salah inget nama yg gue kasih waktu kecil ke kakak gue yg satunya itu, hihihi.. :))
    malah lo yg inget yak :))

    mendingan jangan dimasukin ke nama yg nanti diberikan padanya deh, abis kyaknya kok ga nyambung ya? :p

  3. Waaahhh… what a story, La!
    Tau gak, gue juga punya the same life story.
    Kami siblings sekarang berempat, gue anak pertama, dan almarhum adik gue (or shall I say adik-adik, karena mereka kembar!) adalah anak ketiga (dan keempat). Dan mereka sempet dikasih nama sama ortu gue, Robby & Yusuf (I like their names).
    Sometimes, gue suka yang bernostalgia gitu klo nyokap lagi cerita2. Ih gue ngerti banget deh perasaan kalian.

    Anyway, gue sangat menunggu nama barunya si sister kalo gitu…πŸ˜€

    Btw, untuk the new(old) sister, kenalan dong! I'm JhonyπŸ˜€

  4. Lala, buat ide aja…tanya deh sama mamamu kapan saat beliau 'melahirkan adikmu” itu, terus dihitung secara weton jawa, nah lantas weton itu lihat di primbon jawa..pasti banyak bagian positif dari weton itu yang bisa dimasukkan menjadi nama.

  5. lala…aku meneteskan air mata…..juga waktu baca soal nama nayeli…hiks..hiks…dulu temenku punya kakak yang meninggal juga..dan kata orang2 pintar kakaknya ini menjaga temenku itu…hanya orang2 tertentu yang bisa liat…duh..aku jadi pengen nangis lagi…ada nggak sech bahasa jawa yang artinya born and gone to heaven to be an angel? ….

  6. the youngest, Bay..

    Gue dikirimin SMS sama Lala & email langsung oleh CSZ.. ku kirimkan condolence letter aja dan udah dibales lagi oleh CSZ siang ini..

    Katanya:
    Many thanks to you both for your very kind words..

    Jadi sedih lagi deh…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s