Mom Vs. Little Drama Queen

Ada yang berubah sejak kepulangan gue dari Bali minggu lalu. Ketika menginjakkan kaki kembali di rumah, sudah tengah malam dan Freya sudah tidur. Karena kangen, gue cium dia dalam tidurnya. Setengah terbangun, dia menggeliat kesal lalu menangis. Gue pegang nggak mau. Yang gue pikir kalau dia dengar suara gue bakal kegirangan, ternyata malah sebaliknya. Malam itu dia malah cuma mau tidur nempel sama bapaknya.😦 *crushed*

Oh well, toh pagi berikutnya dia kelihatan senang waktu melihat gue ada. Gue nggak tau apakah dia sudah punya konsep hari, apakah dia menghitung jumlah “tidur tanpa Amacang”, atau apalah… Pokoknya saat itu, gue ada. Saat dia tersenyum, tentunya gue lega.

Tapi ternyata letak masalahnya bukan di situ. Sekarang dia jadi ketakutan banget kalo gue kelihatan menjauh atau menghilang dari pandangan dia. Malam2 waktu nemenin dia tidur, gue pamit sebentar untuk ke kamar mandi… dia langsung nangis meraung2 seakan2 gue nggak akan balik. Siang2 waktu dia makan siang di bawah, dan gue lewat mau ke dalam (area rumah nyokap), dia pikir gue mau pergi dan langsung berdiri siap2 mengejar. Kadang2 sudah jam 12 malem, gue masih nongkrong di depan notebook, Freya nggak mau tidur ditemani Victor. Sambil nangis dia turun dari tempat tidur dan berlari2 ke tempat gue duduk. Sekarang, yang mestinya gue kerja, dia terus-terusan megangin tangan gue sampe susah pegang mouse. Sekarang kalau gue mau berangkat latihan nyanyi, Freya harus disembunyiin dulu ke dalem supaya gak liat gue pergi. Daripada bikin air mata bercucuran.

Yah, ini semua berawal waktu gue mau berangkat ke bandara untuk ke Bali. Freya nganter gue ke taksi. Dia liat gue masuk taksi… masih nggak papa tuh. Begitu gue nutup pintu taksi dan dia sadar bahwa dia gak ada di dalam taksi itu, langsung nangis sejadi2nya. Hmm… pemandangan yang bikin hati miris buat seorang ibu (baca: gue) yang baru pertama kali terpaksa ninggalin anaknya di rumah. Bukannya gue nggak mau ngajak in the first place, cuma karena di Bali gue juga semi-bertugas sementara seperti biasa Victor gak bisa ikut, I didn’t think I could handle Freya all by myself. Lagipula gue sempet berpikir there’s got to be a first time for everything, dan mau sampe kapan Freya dibiasakan terus menempel sama gue?

Jadi beginilah aftermath-nya. I’m torn. Logika gue bilang memang harus begini kalo nggak Freya jadi ketergantungan sama gue dan kalau gue menyerah lama2 dia bisa belajar memanipulasi… Sementara perasaan gak kuat, kasian ngeliat dia gue sibukkan nonton DVD Mickey Mouse Clubhouse sementara gue nerjemahin, atau mendesain sesuatu, padahal dia pingin banget main ditemenin gue (sekarang dia lagi seneng main pura2… misalnya ngasih minum anjing2an, dll). Giliran dia udah bisa tenang, gue udah keburu physically & emotionally drained untuk kerja.

Yeah, I know, being a mom is a lifetime commitment. And unlike your jobs, you can’t quit anytime you like. Not even with a month’s notice. But being a “middle-class” mom di sini (Jakarta, Indonesia), dengan segala kondisinya, adalah tantangan tersendiri. You have a pretty high standard when it comes to choosing someone to take care of your child while at the same time you can’t afford the real deal (top-notch babysitters). You have to work to feed your child while at the same time you don’t really have the time to sit and feed your child.

At this point in my life, I just can’t understand why people urge me to have a second child. I’m aware that I’m over 30, but that’s just not a good enough reason. I’m not going to be those people who decide to have lots of kids in the first place and then blame the government because their kids don’t have anything to eat later. Have they been living in a fantasy world all this time?

Anyway, I really hope for myself and my family that things will soon change. I hope the whole business of “moving to Finland” will soon take flight, hopefully before Freya goes to school. Until then, I have to figure out how not to be affected by these dramas my little queen creates.

18 thoughts on “Mom Vs. Little Drama Queen

  1. at this point of my life, i still can't understand why people keep asking me when will i get married '_'
    *curcol gyehehhee*

    kacian Freyaa … eh dia udah bisa lari2? huwaa .. luthunaa …

    jadi kapan ambil hadiah ke Cleo mbak? *masih*

  2. huehehhee .. iya sih .. sometimes, kita ngalamin hal yg menyebalkan saat ini … tp jd kenangan sepanjang masa dan jd ngangenin nanti2nya … seperti kata debbie mbak, dinikmati saja segala resah gelisah gundah gulana pilu merana enak ga enaknya … halah bahasaku .. sebelum nantinya kau “ditinggal” Freya dan udah ga mau main sama amacang nya lg😀 Chayo ya mbaaaak!!!

  3. Nikmati aja saat2 Freya megangin tanganmu dan lagak gayanya selama dia mau tergantung sama Lala. Percaya deh, nanti saat Freya besar nanti dia akan bisa mengenang Lala sebagai ibu yang penuh perhatian dan kreatif karena bisa bekerja sambil mengurusnya. Dan Lala pasti bisa punya bahan untuk kenangan yang manis2 ngangenin kalau suatu saat nanti Freya meninggalkanmu untuk menikah. Amin? Amin!!!

    Freya punya imajinasi yang hidup, asyik tuh! Bisa diajak main 'make believe' sekeluarga.

  4. sering2 aja dioper ke orang laen.. kalo bisa sih keliatan emaknya mabur tiap hari.. sampe dia terbiasa bahwa kalo mabur itu pasti kembali..
    mika juga lagi suka begitu.. yah agak tega2in aja lah dikit.. kesana2nya doi sibuk sama keasikannya ndiri.. pas pulang, baru ajak maen.. kalo kebablasan pengen maen terus dan ga bisa lepas, langsung oper ke orang laen.. hihi..

  5. La.. trust me.. dalam beberapa tahun ke depan, lu akan merindukan saat2 Freya seperti ini.. hahaha..

    Pastinya skarang2 ini suka kesel lahhh… Namanya aja anak2.. Samalah 'La.. Gw aja kadang amazed dengan kelakuan2 para bocah dirumah :-p

    Mulai dari yang pura2 sakit. Trus pura2 nangis.. macem2 deh.. Kepala rasanya mo pecahhhh

    Kalo soal umur sih.. Biasanya orang2 punya anak disaat blum terlalu 'tua' supaya gap dengan anak ga terlalu jauh..
    Dan cadangan tenaga kita untuk kerja masih banyak..

    Skarang Winnie umur 10 taon, gw 33. Masih muda :”>

    Ntar Winnie 20 taon, gw masih 43.. Jadi selera ga jauh2 banget.. Itu aja sih..

    Itu aja menurut gw ketuaan… Coba ya gw punya anak diumur 20 tahun.. Pasti lebih asik lagi, hehehe..

    Skarang gw dah males punya anak lagi. Sepertinya dah cape, dah saatnya memanjakan diri gw..
    Tau deh kalo tiba2 dikasih🙂

  6. La…having kids nowadays in this metropolitan Jakarta is a big thing and biggest commitment ever in a woman's life, but I agree with most of our friend, just enjoy it and relax.

    Gw udah melewati sebagian cerita itu, mulai dari anakku balita dan batita ditinggal BS dan PRT sering seketika dalam satu hari lalu memulai petualangan gak asyik minta ijin kantor untuk cari “asistant” ke yayasan. Atau pergi kerja ke kantor dengan bawa anak diiringi tatapan mata “heran dan aneh” banyak teman sekantor ketika asistant angkat kaki, suami mesti kejar kerjaan dan mamaku gak bisa dititipin si kecil karena sedang sakit kanker. Dan dikantor itu pula, sembari balas email, sembari telfon internal dan external gw nyuapin makanan anak, dan balik dari meeting di ruang lain gw lantas menyusui anak (anakku breast feeding sampe 2,5 tahun) di ruang dapur kantor.

    Gw berusaha banget menyelesaikan semua yang jadi tanggung jawab gw secara multitask, dan bisa kulakukan semua karena cinta…semua karena komitment yang aku pegang La.., bukan tak berat, bukan tak lelah…tapi aku berusaha menikmati bagian paling berat sekalipun. Buatku kerja adl komitment tapi menjadi ibu terlebih lagi adl komitmen besar; dan aku harus mampu memikul keduanya.

    Atas dasar itu semua, aku memutuskan hanya punya anak satu saja karena aku tahu di titik itulah semua komitment ku bisa kupikul sebaik mungkin. Dan aku tak berkurang rasa bahagia dengan hanya punya satu anak, La. Aku terharu dengan tulisanmu, karena aku juga merasa hal yang sama, orang lain yang lebih 'gerah” melihat aku hanya punya 1 anak. Aku merasa tahu apa yang paling baik untuk diriku dan keluargaku sesuai kemampuanku. Penting buat kami sekeluarga membentuk keluarga kecil sejahtera, bahagia dan berkualitas ketimbang sekedar mengejar kuantitas.

    Tetaplah berpegang kepada kemampuan kita saja La, dan berbahagialah dengan keputusan tersebut, apapun bentuknya.

  7. ternyata kepergian di Bali banyak manfaat-nya yah….. loe dan Freya jadi tambah kenal, tambah dekat……….. enjoy say….. kalo udah gedean dikit……. sense of needy-nya lama2 berkurang karena makin independent dia……… nanti loe-nya yg kangen………. he he he heeee …….. gw terharu baca artikel ini……. how mush you love her is so obvious! Great Job La!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s