Kesempatan Itu Ada

Kemarin waktu mau berangkat ke Plaza Semanggi untuk karaoke sama anak2 C-Choir, mikir2 mau naik taksi atau ojek ya? Duh, naik taksi jam segitu terbukti susah banget nyarinya di Mampang. Tapi naik ojek juga ribet tampaknya, selain gue kmaren pake rok, mesti ke ATM Mandiri dulu yang letaknya berlawanan arus lalu lintas dengan tujuan akhir.

Keluar rumah masih sambil mikir (ngelamun lebih tepatnya) dan mulai jalan ke depan… Eh, tau2 dipanggil sama salah satu ojek langganan yang lagi ngobrol sama temen2nya di deket rumah gue, nggak seperti biasanya mangkal di ujung gang. Dia nanya, mau ke mana? Mau naik ojek gak? Bikin keputusan kilat, iya deh! Naik ojek aja! Maka gue jawab, “Plaza Semanggi. Tapi mau ke ATM Mandiri dulu, bisa nggak?” Setelah si tukang ojek mengiyakan, tinggal satu pikiran lagi, yaitu gimana caranya nangkring di atas motor pake rok (yang walaupun pake tights dalemnya tetep aja susah secara roknya nggak lebar). Akhirnya untuk pertama kali gue terpaksa duduk menyamping kayak mbak2 karyawati yang pake setelan rok. Kekekekekek…

Tujuan pertama: Bank Mandiri! Setelah menyusup lewat gang kecil yang menyambungkan jalan rumah gue dengan jalan di sebelahnya, lalu melawan arus beberapa meter demi bisa masuk ke halaman gedung yang berada di jalan raya Mampang, sumpah gue baru pertama kali ini naik motor pusing! Huhuhuhu… Tatuuuut! Untunglah Bank Mandiri gak jauh, jadi bisa “istirahat” sejenak dari kengerian itu.

Begitu sampai di Bank Mandiri gue langsung menuju booth ATM yang berada di lobby gedung. Tampak ada dua orang pengantre di situ, seorang ibu2 tua dan seorang cowok seumuran gue, plus seorang satpam, sementara booth ATMnya kosong. Pikiran pertama gue, “Yah, ATMnya rusak nih kayanya!” tapi tetep gue deketin aja orang2 itu untuk tahu ada apa sebenarnya. Tampaknya ibu2 tua itu sedang berusaha menjelaskan sesuatu, jadi gue tanya aja ke ibu itu, “Kenapa Bu? Rusak ya?”

Tanpa diduga, jawabannya melenceng jauh dari skenario yang ada di kepala gue.
Katanya, “Begini, saya mau minta tolong transfer uang ke orang sakit. Hanya 75ribu, ini saya ada uangnya.”
Gue, “Oooh, jadi maksudnya Ibu mau minta tolong saya transferin pake uang saya, lalu Ibu ganti, begitu?”
Ibu itu, “Iya. Ini nomornya,” sambil menunjukkan sebuah nomor di buku catatan kecil yang sudah kumal dan penuh coret2an (sumpah, ini nggak hiperbola).
Gue, “Oh, ya sudah. Gapapa Bu, sini saya transferin.”
Ibu itu menyerahkan buku catatan plus uang 75ribu dalam keadaan terlipat.

So, apparently cowok yang ada di situ itu sudah diapproach oleh Ibu itu namun gagal sepertinya… sementara mungkin si Satpam dateng karena melihat ada sedikit “ribut2”. Lha, begitu gue dateng, bilang iya, malah dapet giliran masuk ke booth ATM duluan jadinya karena bersedia membantu si Ibu.😀 Dan untungnya, sodara-sodara, for once, ADA duit di ATM Mandiri gue hasil bayaran kerjaan sehingga gue punya 75ribu untuk membantu ibu2 itu. Padahal beberapa hari sebelumnya kosong melompong tuh.

Setelah konfirmasi ulang nama si penerima dana, gue memencet tombol “Ya” di mesin ATM, narik sedikit dana (nggak perlu banyak karena udah disuntik 75ribu juga dari si Ibu) untuk melanjutkan perjalanan ke Plaza Semanggi. Bukti transfer dan buku catatan si Ibu gue kembalikan sesaat setelah gue keluar dari booth. Lalu Ibu itu berkata, “Terima kasih ya. Biar Tuhan yang membalas kebaikannya.” Wuih! Sejuk bener deh rasanya. Dengan “aneh”-nya, gue menjawab, “Terima kasih juga, Bu…” yang setelah gue renungkan dalam perjalanan ke Plaza Semanggi nan pusing karena duduk menyamping, mungkin maksudnya begini, “Terima kasih juga, Bu, karena sudah memberi saya kesempatan untuk memberi.”

14 thoughts on “Kesempatan Itu Ada

  1. waaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhhh…. terharu… mungkin dengan banyaknya kasus penipuan orang jadi serba paranoid ya la… tapi kalo gue, gue akan request “doain enteng jodoh aja bu…” hahahahahahahaahhaha

  2. hehehe…sama, La.
    Gue pernah nolong satpam jaga malem bank tempat gue ambil uang di ATM bayar listrik katanya kalo dia ga bayar saat itu juga , listrik di rumahnya diputus.
    Setelah itu….ada rasa sejuk di hati yang ga bisa digantikan dengan apapun.
    🙂

  3. “Bilamanakah kami melihat Engkau sebagai orang asing, dan kami memberi Engkau tumpangan, atau telanjang dan kami memberi Engkau pakaian?”

    Dan Raja itu akan menjawab mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.”

  4. kadang ada modus penipuan uang palsu dengan cara seperti itu: pura2 mau transfer, nanti diganti cash (langsung). tapi waktu kemudian uangnya di-cek, palsu.

    but just use our feeling lah =)

    nice experience la

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s